ELINE.NEWS, MOROWALI – Polres Morowali terus mengintensifkan penyelidikan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA. Sejak menerima laporan, aparat kepolisian langsung melakukan serangkaian tindakan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku.
Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, S.H., mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menerima laporan polisi, mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa tujuh orang saksi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang. Untuk sementara juga telah diamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian,” ujar Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa.
Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami tindak kekerasan berupa pemukulan menggunakan kepalan tangan yang dilakukan oleh beberapa orang.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa serta peran masing-masing pihak yang terlibat.
Polres Morowali juga terus mengumpulkan alat bukti tambahan guna memperkuat proses hukum sebelum menetapkan status para terduga pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan.
Wakapolres mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan di luar hukum apabila terjadi tindak pidana.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Apabila terjadi tindak pidana, serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia menegaskan, Polres Morowali berkomitmen mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut dan memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.











