News

PINTAR Reksa Dana Resmi Diluncurkan, Akses Investasi Makin Terbuka

×

PINTAR Reksa Dana Resmi Diluncurkan, Akses Investasi Makin Terbuka

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya meningkatkan pendalaman pasar dengan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal, khususnya melalui instrumen reksa dana. Program ini juga diharapkan mempercepat akses keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peluncuran PINTAR Reksa Dana dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Wisyasari Dewi, bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin.

Baca juga: OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026, SLIK Mundur ke 2027

Friderica menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia, yang menekankan bahwa penguatan integritas tidak hanya bergantung pada kualitas tata kelola, tetapi juga perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor.

“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica.

Dalam sambutannya, Purbaya menyatakan bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini sudah membaik dan aman bagi investor untuk terus menambah investasinya, termasuk melalui program PINTAR Reksa Dana.

“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik, ke depan ini adalah tempat yang aman untuk berinvestasi,” kata Purbaya.

Menurutnya, tata kelola atau integritas merupakan hal mutlak dalam pengelolaan pasar modal Indonesia. Dengan pasar yang bersih, investor domestik akan merasa aman dan investor global akan melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel.

Sementara itu, Airlangga Hartarto menyambut baik program ini karena dinilai mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk generasi muda.

“Pemerintah senantiasa berupaya memperkuat perekonomian, salah satunya dengan memperluas akses pasar. Pasar modal diharapkan tidak hanya dibangun untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi muda agar lebih inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” ujar Airlangga.

Momentum Strategis

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa peluncuran Program PINTAR Reksa Dana menjadi momentum strategis untuk mendorong percepatan inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui sinergi seluruh stakeholders. Program ini yang dikolaborasikan dengan Program SIMUDA merupakan langkah konkret untuk memperluas akses serta mendorong partisipasi masyarakat, termasuk investor pemula,” kata Hasan.

OJK juga mendorong partisipasi aktif asosiasi dalam menerapkan mekanisme self control serta memahami perilaku market conduct sebagai langkah pencegahan dini terhadap praktik yang tidak sesuai ketentuan.

“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dari jumlah investor, tetapi juga dari kualitas ekosistem pasar. Pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” lanjutnya.

Program PINTAR Reksa Dana diharapkan berkembang menjadi kampanye nasional berkelanjutan yang mampu membangun kebiasaan berinvestasi sehat sejak dini.

Menurut Hasan, sebanyak 30 Manajer Investasi dan 26 APERD telah berkomitmen untuk bergabung dalam program ini.

Pekan Reksa Dana 2026

Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga bertepatan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Kegiatan ini berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026 dan direncanakan menjadi agenda tahunan.

Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menjadi investor, khususnya di instrumen reksa dana.

Ketua Presidium APRDI, Lolita Lilana, menyampaikan bahwa industri reksa dana masih membutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan dan insentif juga dinilai penting dalam membangun budaya investasi.

“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk mulai berinvestasi secara rutin dan terencana demi mencapai tujuan keuangan masa depan,” kata Lolita.

Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat, APRDI bersama OJK dan SRO juga telah melakukan edukasi di enam kota, yaitu Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang. Program ini telah menjangkau 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *