ELINE.NEWS,MAKASSAR — Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kota Makassar memadati UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (10/9/2026).
Para pelaku usaha hadir mengikuti Workshop Kewirausahaan dan Digital Branding Produk UMKM yang diselenggarakan mulai pukul 08.30 WITA.
Kegiatan ini digagas oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT PLUT Sulsel yang berkolaborasi dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan.
Workshop ini dirancang sebagai ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan, membangun identitas produk, serta meningkatkan kemampuan memanfaatkan kanal digital dalam strategi pemasaran.
Materi Komprehensif dari Para Ahli
Acara ini menghadirkan jajaran narasumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain Kepala UPT PLUT Sulsel Luqman Abdul Aziz Halim, S.TP., M.Tr.A.P., Konsultan Kemitraan PLUT Sulsel Muh. Saleh R., S.E., M.Si., Konsultan Pemasaran Digital PLUT Sulsel Wiwik Amelia, serta Ketua DPW UKM IKM Nusantara Sulsel Gethanita Syam, S.E., M.M.
Rangkaian diskusi dan interaksi antara peserta dengan narasumber dipandu oleh Sekretaris DPW UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Saharuddin, S.E., M.M., RHA, yang bertindak sebagai moderator.
Materi pelatihan berfokus pada penguatan kewirausahaan dan digital branding, mencakup langkah-langkah membangun identitas merek, menampilkan keunggulan produk, mengoptimalkan media digital, hingga merancang strategi pemasaran yang efektif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan konsumen.
Sinergi dan Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Tidak sekadar sesi pelatihan, kegiatan ini diwarnai dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama antara UPT PLUT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan dengan DPW UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan.
Penandatanganan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pendampingan UMKM sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk lokal Sulawesi Selatan.
Melalui komitmen bersama ini, kedua pihak mendorong proses pendampingan yang tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi berlanjut pada penerapan usaha secara nyata.
Pelaku UMKM akan dikawal dalam perbaikan branding, strategi pemasaran, kualitas produk dan kemasan, hingga penghubungan ke jejaring kemitraan dan peluang pasar.
Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi pelaku usaha ini dinilai krusial untuk membangun ekosistem UMKM yang solid.
Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu membantu pelaku usaha mengatasi berbagai tantangan, mulai dari legalitas, pembiayaan, pengembangan produk, hingga perluasan jaringan pasar.
Mendorong Dampak Nyata bagi Perkembangan Usaha
Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan UMKM terhadap edukasi dan pendampingan. Namun, tantangan utama dari program pemberdayaan adalah memastikan kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni atau sekadar pembagian sertifikat.
Pelaku UMKM membutuhkan aksi nyata pascapelatihan, seperti kepastian pasar, permodalan, peningkatan kualitas kemasan, legalitas, serta kemampuan digital marketing yang aplikatif.
Oleh karena itu, keberhasilan program ini diukur dari outcome nyata: peningkatan omzet, perluasan daya saing, produktivitas, keberlanjutan usaha, dan lahirnya peluang kemitraan baru.
Digital branding sendiri ditegaskan bukan sekadar kemampuan membuat konten media sosial, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk membangun identitas dan kepercayaan konsumen.
Melalui komitmen pendampingan UPT PLUT Sulsel dan DPW UKM IKM Nusantara Sulsel, ratusan pelaku UMKM yang hadir diharapkan dapat terus dikawal agar tumbuh mandiri dan semakin berdaya saing di pasar nasional maupun global.











