ELINE.NEWS, MAKASSAR — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya menyatakan komitmen penuh dalam mengawal dan menyukseskan program strategis Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Walikota Makassar terkait penataan estetika kota.
Langkah konkret dilakukan dengan menyulap Pasar Kampung Baru menjadi pusat perputaran ekonomi baru yang modern, higienis, dan tertata bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak penataan kawasan.
Baca juga : Penertiban Lapak PKL di Wajo Berjalan Lancarhttps://eline.news/penertiban-lapak-pkl-di-wajo-berjalan-lancar/
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pemindahan pedagang, melainkan sebuah solusi jangka panjang untuk menaikkan kelas para pelaku UMKM sekaligus mewujudkan wajah kota yang bersih dan representatif.
”Langkah penataan wilayah yang diinisiasi oleh Bapak Walikota Makassar ini wajib kita dukung bersama. Perumda Pasar mengambil peran sebagai penyedia solusi (problem solver) dengan memastikan bahwa tidak ada satu pun pedagang yang kehilangan momentum ekonominya. Kita tata mereka secara terhormat,” ujar Ali Gauli Arief saat memberikan keterangan pers.
Fasilitas Modern untuk Pedagang Kelapa Rotterdam
Sebagai tahap awal dari penyelarasan program walikota, Perumda Pasar fokus memfasilitasi relokasi 18 pedagang kelapa yang sebelumnya beroperasi di sekitar kawasan cagar budaya Fort Rotterdam. Sebanyak 20 los baru telah rampung dibangun di area strategis Pasar Kampung Baru.
Untuk memastikan estetika pasar tetap terjaga sesuai standar penataan kota modern, Perumda Pasar memberikan fasilitas premium berupa:
Tenda Kerucut Seragam: Menghilangkan kesan kumuh dan semrawut akibat penggunaan kayu darurat.
Instalasi Penampungan Besi: Wadah khusus kelapa yang didesain rapi, kokoh, dan bersih guna menjaga higienitas.
Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya, Rusli Patara, menambahkan bahwa pengadaan fasilitas ini menggunakan skema korporasi yang meringankan pedagang. Pedagang tidak dibebankan biaya besar di awal, melainkan diberikan kemudahan melalui sistem pembayaran mandiri yang dapat dicicil.
”Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dan perusahaan daerah. Fasilitas tenda dan penampungan besi ini kami siapkan agar rapi, dan sistem pembayarannya bisa dicicil oleh pedagang setelah menyetor uang muka (DP) tanda jadi. Keindahan kota dapat, kesejahteraan pedagang juga terjaga,” jelas Rusli Patara.
Inovasi Pasar Kuliner Malam: Magnet Wisata Baru Makassar
Tak hanya memindahkan pedagang kelapa, Perumda Pasar Makassar Raya juga menjawab tantangan penataan PKL di sepanjang Pantai Losari dengan meluncurkan program Pasar Kuliner Malam Kampung Baru. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon wisata kuliner baru yang akan beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA.
Berbeda dengan konsep pasar malam konvensional yang kerap memicu kemacetan dan kesemrawutan, Pasar Kuliner Malam ini dikelola dengan manajemen korporasi yang profesional. Area tengah pasar akan disulap menyerupai outdoor cafe yang dilengkapi dengan dekorasi lampu estetis, gerbang yang ikonik, hingga panggung hiburan (live music).
Sistem penempatan pun dilakukan secara transparan menggunakan metode registrasi bagi para PKL Pantai Losari yang ingin masuk ke dalam ekosistem baru ini.
”Konsepnya sangat rapi dan seragam, jauh lebih tertata dibanding pasar malam konvensional lainnya. Kami optimistis, dengan letak Pasar Kampung Baru yang strategis di pinggir jalan, pusat kuliner malam ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus menyumbang pertumbuhan ekonomi positif bagi Kota Makassar,” kunci Ali Gauli Arief











