Pemkot Makassar

Investor Eropa dan Asia Bidik Potensi Maritim Makassar di Investment Forum 2026

×

Investor Eropa dan Asia Bidik Potensi Maritim Makassar di Investment Forum 2026

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat langkahnya dalam mendorong investasi berbasis potensi lokal. Melalui Makassar Investment Forum yang digelar usai pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, sejumlah komoditas unggulan dan proyek strategis berhasil menarik perhatian investor dari berbagai negara.

Delegasi yang hadir berasal dari sejumlah negara di Asia, Eropa, hingga Amerika Latin, di antaranya Malaysia, Kamboja, Polandia, Ukraina, Kosta Rika, dan Fiji. Forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha, akademisi, korporasi, serta perwakilan negara sahabat dalam menjajaki peluang kerja sama investasi jangka panjang.

Baca juga: Putus Rantai Kemiskinan, Wali Kota Makassar Tegaskan Perlindungan Pekerja Mandiri Lewat Sistem Baru

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, H. Muh. Mario Said, mengatakan sektor perikanan menjadi salah satu daya tarik utama yang paling diminati investor.

Menurutnya, posisi geografis Makassar yang didukung kawasan maritim yang luas menjadikan komoditas hasil laut memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Saat ini, sebanyak 20 pelaku usaha telah terlibat dalam proses penjajakan awal dengan calon investor.

“Wilayah kita dominan dan unggul di sektor perairan maritim, sehingga komoditas seafood menjadi produk utama yang kami tawarkan kepada negara-negara yang hadir. Saat ini sudah ada 20 pelaku usaha yang terlibat dan mengonfirmasi minat untuk melakukan penjajakan awal,” ujar Mario Said, Rabu (24/6).

Untuk memperkuat peluang kerja sama tersebut, Pemkot Makassar juga memfasilitasi komunikasi dengan sejumlah perusahaan besar pengolahan hasil laut, termasuk PT Bomar dan PT Usaha Elang Permata (NNAS).

Selain produk perikanan, komoditas perkebunan seperti kopi premium dan berbagai rempah-rempah khas Indonesia turut mendapat perhatian dari para calon investor.

Tak hanya menawarkan potensi komoditas, Makassar juga memperkenalkan sejumlah kawasan pengembangan ekonomi baru. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kawasan Untia yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan.

Mario menjelaskan, pembangunan stadion baru di kawasan tersebut akan sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sementara itu, area bisnis dan pengembangan ekonomi di sekitarnya dibuka untuk investasi swasta.

“Pembangunan stadion murni menggunakan APBD. Namun kawasan di sekitarnya kami tawarkan kepada pihak swasta agar pembangunan stadion ini menjadi pemicu lahirnya pusat ekonomi baru di Untia,” jelasnya.

Di sektor pariwisata, Pulau Lanjukang juga masuk dalam daftar proyek investasi yang ditawarkan kepada investor. Destinasi ini diproyeksikan menjadi kawasan wisata premium baru di Indonesia Timur dengan fokus pada pengembangan wisata bahari berkelas.

Saat ini, kajian pengembangan Pulau Lanjukang masih terus dimatangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar sebagai dasar penyusunan konsep investasi yang berkelanjutan.

Makassar Investment Forum juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi regional. Sebanyak 23 pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui perwakilan wakil kepala daerah dan jajaran DPMPTSP masing-masing.

Meski tidak terdapat sesi presentasi khusus bagi daerah peserta, Pemerintah Kota Makassar memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan para diplomat dan delegasi asing guna memperluas jejaring kerja sama internasional.

“Pemerintah kota memberikan ruang agar komunikasi antara daerah-daerah di Sulawesi Selatan dengan perwakilan negara lain dapat berjalan. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah masing-masing kepada dunia,” kata Mario.

Melalui forum ini, Makassar semakin menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, tetapi juga sebagai penghubung strategis yang membawa potensi ekonomi Sulawesi Selatan menuju pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *