BUSINESS

Nongkrong Hemat di Makassar, Coba Bosmie Coffee & Eatery

×

Nongkrong Hemat di Makassar, Coba Bosmie Coffee & Eatery

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, MAKASSAR — Mencari tempat nongkrong yang nyaman tanpa membuat dompet menipis kini tidak sulit. Di kawasan Daeng Tata 1, Makassar, Bosmie Coffee & Eatery menawarkan pilihan kopi, makanan, dan ruang santai yang bisa dinikmati anak muda, mahasiswa, hingga keluarga.

Mengusung konsep coffee and eatery, Bosmie menghadirkan puluhan pilihan menu. Mulai dari kopi, minuman segar, snack, hingga makanan berat tersedia dalam satu tempat.

Menariknya, harga yang ditawarkan cukup bersahabat. Pilihan kopi tersedia mulai Rp15 ribuan, sedangkan makanan bisa dipesan mulai Rp20 ribuan.

Dengan rentang harga tersebut, pengunjung bisa menikmati waktu bersama teman tanpa harus menyiapkan bujet besar. Selain itu, suasana tempat yang nyaman membuat Bosmie tidak sekadar menjadi lokasi makan dan minum.

Sesuai konsepnya, Bosmie tidak hanya mengandalkan sajian kopi. Tempat ini juga menyediakan berbagai pilihan minuman, jus, snack, serta makanan berat berbahan dasar nasi dan mi.

Karena pilihan menunya cukup beragam, pengunjung bisa menyesuaikan pesanan dengan kebutuhan. Misalnya, mereka bisa datang untuk menikmati kopi pada sore hari, memesan makanan berat setelah kuliah, atau memilih snack untuk menemani obrolan.

Selain menu yang variatif, Bosmie juga menawarkan suasana yang mendukung pengunjung untuk duduk lebih lama. Ruangan yang cozy dan dilengkapi pendingin udara membuat aktivitas seperti mengerjakan tugas, bekerja menggunakan laptop, hingga berdiskusi terasa lebih nyaman.

Tidak hanya itu, ruang tersebut juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Mulai dari rapat kecil, arisan, pertemuan komunitas, hingga kumpul bersama keluarga dan teman.

Di balik Bosmie Coffee & Eatery terdapat perjalanan bisnis kuliner yang sebelumnya dimulai melalui Bakso Marasa.

Produk bakso daging tersebut dikembangkan dalam bentuk frozen food. Dengan konsep itu, konsumen dapat menyimpan produk di rumah dan mengolahnya kapan saja sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, Bakso Marasa berkembang melalui jaringan reseller. Produk tersebut kemudian menjangkau sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Pengalaman mengembangkan bisnis frozen food tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menghadirkan konsep kuliner yang berbeda.

Jika Bakso Marasa menyasar kebutuhan konsumen yang ingin memiliki stok makanan praktis di rumah, Bosmie menawarkan pengalaman menikmati makanan sekaligus suasana.

Dengan begitu, perjalanan bisnis tersebut berkembang dari produk bakso frozen food menjadi ruang kuliner yang menggabungkan makanan, minuman, dan aktivitas sosial.

Bosmie Coffee & Eatery dikembangkan Nur Salam, S.Sos., M.Pd., yang dikenal pula dengan nama Chef Achiel.

Selain menjalankan bisnis kuliner, Nur Salam merupakan dosen Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Ketua Inkubator Bisnis.

Perpaduan pengalaman akademik dan kewirausahaan tersebut menjadi bagian dari pendekatan dalam mengembangkan Bosmie. Baginya, bisnis kuliner tidak berhenti pada produk makanan dan minuman.

“Peluang bisnis kuliner cukup besar. Karena itu kami ingin menghadirkan tempat yang bukan hanya menawarkan makanan, tetapi juga memberikan kenyamanan kepada customer,” ujar Nur Salam alias Chef Achiel.

Konsep tersebut kemudian diterapkan melalui pilihan menu yang beragam, harga yang relatif terjangkau, serta ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas.

Di tengah banyaknya pilihan coffee shop dan tempat makan di Makassar, harga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen, terutama mahasiswa dan anak muda.

Bosmie menawarkan kopi mulai Rp15 ribuan. Sementara itu, pilihan makanan tersedia mulai Rp20 ribuan.

Dengan harga tersebut, pengunjung bisa datang untuk sekadar menikmati kopi, makan bersama teman, atau menghabiskan waktu sambil membuka laptop.

Selain itu, konsep tempat yang fleksibel membuat Bosmie dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Pengunjung bisa datang untuk mengerjakan tugas, bekerja, berdiskusi, bertemu komunitas, atau sekadar melepas penat setelah beraktivitas.

Pada akhirnya, Bosmie tidak hanya menjual makanan dan minuman. Tempat ini juga menawarkan pengalaman nongkrong yang memadukan menu beragam, harga yang relatif terjangkau, dan suasana yang nyaman.

Sementara bagi pencinta bakso, perjalanan bisnisnya tetap terhubung dengan Bakso Marasa yang hadir dalam bentuk frozen food untuk kebutuhan di rumah.

Dua konsep tersebut menjadi bagian dari perjalanan bisnis kuliner yang sama. Bakso Marasa menawarkan pilihan praktis untuk stok makanan di rumah, sedangkan Bosmie menghadirkan ruang untuk menikmati makanan, minuman, dan suasana bersama orang terdekat.

Bagi anak muda dan mahasiswa di Makassar yang mencari tempat ngopi sekaligus nongkrong dengan harga bersahabat, Bosmie Coffee & Eatery di kawasan Daeng Tata 1 menawarkan alternatif yang menarik untuk dikunjungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *