EkonomiEvents

Gold Run Pegadaian Makassar Padukan Olahraga, Edukasi Keuangan, dan Kepedulian Lingkungan

×

Gold Run Pegadaian Makassar Padukan Olahraga, Edukasi Keuangan, dan Kepedulian Lingkungan

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, MAKASSAR — Sebanyak 1.500 pelari berhasil menyelesaikan ajang Gold Run yang digelar PT Pegadaian Kanwil VI Makassar. Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat menjaga kebugaran, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya konsistensi mengelola keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat serta Pemerintah Kota Makassar mendorong masyarakat membangun kebiasaan positif. Selain berolahraga, peserta juga mendapat edukasi mengenai ketahanan finansial dan kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar untuk wilayah Sulselbar-Maluku, Pratikno, mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Gold Run.

Menurutnya, olahraga lari memiliki nilai pembelajaran yang relevan dengan upaya membangun ketahanan finansial. Seseorang perlu menjaga konsistensi untuk mencapai tujuan, baik dalam olahraga maupun dalam mengelola keuangan.

“Lari mengajarkan kita tentang konsistensi. Dari langkah-langkah kecil secara konsisten, tujuan besar akhirnya tercapai. Hal ini sama dengan upaya membangun keamanan finansial di masa depan,” ungkap Pratikno.

Ia menambahkan, Pegadaian berupaya menghadirkan layanan yang dapat membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan finansial secara lebih terencana.

Dengan demikian, Gold Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk menyampaikan pesan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat mendukung pencapaian tujuan jangka panjang.

Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, menekankan pentingnya kesiapan finansial generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, masyarakat berusia belasan hingga 20-an tahun perlu mulai membangun kebiasaan menabung dan merencanakan keuangan sejak dini. Langkah tersebut dapat membantu mereka mempersiapkan berbagai kebutuhan pada masa mendatang.

“Badan boleh sehat, tetapi jangan sampai kita masuk angin secara finansial saat menghadapi biaya pendidikan, cicilan, hingga dana pernikahan. Kesehatan fisik dan finansial harus berjalan seiring,” jelas Moh. Muchlasin.

Selain itu, OJK memperkenalkan tabungan emas sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan masyarakat untuk menyimpan nilai aset dan merencanakan keuangan jangka panjang. Namun, masyarakat tetap perlu memahami karakteristik, biaya, dan risiko setiap produk sebelum menggunakannya.

Di tengah meningkatnya aktivitas keuangan digital, OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Modus penipuan keuangan digital atau pasobis dapat memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat mengenai produk dan layanan finansial. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sebelum menyerahkan dana atau mengikuti suatu program investasi.

OJK mengimbau masyarakat memperhatikan beberapa langkah penting berikut:

Pertama, periksa skema investasi. Masyarakat perlu memahami cara kerja produk, potensi keuntungan, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan.

Kedua, pastikan legalitas lembaga. Masyarakat sebaiknya menggunakan layanan keuangan dari lembaga resmi dan memeriksa status perizinannya melalui kanal informasi OJK.

Ketiga, gunakan kanal pengaduan resmi. Jika menemukan indikasi penipuan atau kejanggalan dalam layanan keuangan, masyarakat dapat menghubungi OJK untuk memperoleh informasi dan bantuan sesuai prosedur.

Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko kerugian dan mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.

Pemkot Makassar Dorong Olahraga Sekaligus Peduli Lingkungan

Dukungan terhadap Gold Run juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Syamsul Bahri, mengapresiasi kontribusi Pegadaian dalam menghidupkan aktivitas olahraga masyarakat setiap akhir pekan.

Pada kesempatan itu, ia mengajak para pelari dan komunitas olahraga memanfaatkan fitur Makassar Move dalam aplikasi Lontara.

“Lewat Makassar Move, masyarakat tidak hanya merekam aktivitas olahraga, tetapi juga bisa melaporkan kondisi lingkungan sekitar, seperti jalan rusak atau masalah sampah,” tutur Syamsul Bahri.

Menurutnya, keterlibatan warga dapat membantu pemerintah memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan. Selain itu, Pemkot Makassar terus mendorong masyarakat memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Dengan begitu, aktivitas olahraga dapat sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan kota.

Gold Run Pegadaian Kanwil VI Makassar memperlihatkan bagaimana kegiatan olahraga dapat menjadi ruang edukasi yang lebih luas. Melalui sinergi antara Pegadaian, OJK, dan Pemkot Makassar, masyarakat mendapat dorongan untuk menjaga kesehatan, mengelola keuangan, serta memperhatikan kondisi lingkungan.

Di sisi lain, pesan tentang konsistensi menjadi benang merah dalam kegiatan tersebut. Kebiasaan berolahraga, menabung, dan menjaga lingkungan membutuhkan komitmen yang dilakukan secara berkelanjutan.

Karena itu, kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu membangun masyarakat Makassar yang lebih sehat, cerdas finansial, dan peduli lingkungan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan generasi muda menghadapi masa depan Indonesia menuju 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *