ELINE.NEWS, MAKASSAR – Pembukaan gerai fisik ke-12 produsen blind box raksasa dunia, Pop Mart, di Kota Makassar hari ini memicu optimisme besar dari berbagai lini sektor di Kota Daeng.
Langkah ekspansi perdana ritel global ke Pulau Sulawesi ini tidak hanya dipandang sebagai pengakuatan atas besarnya pasar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), tetapi juga momentum emas bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif lokal.
Pemkot Makassar Ajak Pop Mart Kolaborasi Dorong UMKM dan Pengrajin Lokal
Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti, yang hadir langsung mewakili Pemerintah Kota Makassar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keputusan Pop Mart untuk berinvestasi di Makassar.
BACA JUGA: Investor Eropa dan Asia Bidik Potensi Maritim Makassar di Investment Forum 2026
Menurutnya, jenama global yang berbasis pada kekayaan intelektual (Intellectual Property) dan budaya seperti Pop Mart membawa dampak penyegaran yang luar biasa bagi lanskap industri kreatif kota.
Yulianti menilai kesuksesan Pop Mart mengintegrasikan karakter seni modern dengan tren kultur pop sangat relevan dengan visi Pemkot Makassar.
Ke depan, pemerintah berharap kehadiran ritel raksasa ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual-beli, melainkan wadah inspirasi yang memicu kolaborasi strategis dengan para pelaku industri kreatif lokal.
”Kehadiran Pop Mart ini tentu sejalan dengan semangat Kota Makassar yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya bagi para pelaku UMKM dan pengrajin lokal,” ujar Yulianti tegas.
Pemkot Makassar membidik potensi kerja sama di masa depan, mulai dari aspek pengembangan desain, teknik bercerita (storytelling) produk, hingga strategi pemasaran adaptif agar produk-produk berbasis kearifan lokal Makassar bisa ikut naik kelas dan menembus pasar global.
DPRD Kota Makassar: Bukti Kota Daeng Siap Bersaing dengan Jakarta
Dukungan konkret dan apresiasi senada juga disuarakan oleh legislatif. Anggota DPRD Kota Makassar, drg. Eshin Usami Nur Rahman (drg. Ezim), yang turut hadir memeriahkan acara peresmian, menilai kehadiran Pop Mart menjadi indikator kuat bahwa iklim investasi dan daya beli masyarakat Makassar berada di level yang sangat matang.
Baca juga : Apresiasi Inovasi Pesisir Pemkot, Ray Suryadi Desak Jaminan Keselamatan Penumpang Pete-Pete Laut
Sebagai figur muda yang juga menggemari dunia koleksi figur pop, drg. Ezim menyoroti efisiensi dan kemudahan akses yang kini dinikmati oleh warga lokal.
Kehadiran gerai resmi ini secara langsung memotong jalur distribusi tidak resmi seperti jasa titip (jastip) luar daerah yang selama ini marak diandalkan para kolektor di Sulawesi.
”Dengan adanya Pop Mart tentu dia akan membantu yang awalnya itu belinya jastip-jastip, ini justru memudahkan untuk orang-orang yang memang pencinta, orang-orang yang memang suka. Itu akan memudahkan karena aksesnya sudah ada di Makassar,” jelas drg. Ezim.
Lebih jauh, politisi muda ini meyakini bahwa kehadiran Pop Mart akan menstimulasi perputaran ekonomi yang lebih masif dan dinamis di dalam kota.
Mengingat Pop Mart sangat selektif dalam membuka gerai barunya, drg. Ezim menganggap pencapaian ini sebagai bukti nyata bahwa Makassar memiliki daya saing tinggi yang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
”Tentu karena kan tadi aksesnya itu ada, terus pasti akan ada perputaran ekonomi di dalamnya. Kita juga berharap berarti (Makassar) bisa bersaing dengan Jakarta dan ibu kota-ibu kota lainnya,” tambahnya dengan nada optimis.
Komitmen Pop Mart Jadikan Makassar Hub Utama Indonesia Timur
Merespons sambutan hangat dari pihak eksekutif maupun legislatif, Country Head Pop Mart Indonesia, Johan Sebastian, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di Makassar.
Pihaknya melihat basis komunitas dan antusiasme kolektor di Sulawesi sangat besar, sehingga Makassar ditetapkan sebagai gerbang utama ekspansi di Indonesia Timur sebelum melangkah ke kota berikutnya seperti Semarang dan Surabaya.
Sebagai wujud kedekatan dengan masyarakat setempat, Pop Mart merayakan grand opening ini dengan menyediakan promo eksklusif Gift with Purchase (GWP) berupa merchandise bernuansa khusus Makassar.
Tak tanggung-tanggung, Pop Mart juga siap menggebrak ruang publik luar ruang dengan menghadirkan giant balloon karakter Crybaby seberat hampir 1 ton di Pantai Losari pada 28 Juni mendatang.
”Ini adalah pertama kalinya Pop Mart membawa aktivasi luar ruang sebesar dan seberat ini langsung ke Makassar,” pungkas Johan.
Sinergi yang solid antara inisiatif ekspansi ritel global seperti Pop Mart, visi pengembangan ekonomi kreatif dari Dinas Pariwisata, serta dukungan regulasi dari DPRD Kota Makassar, diproyeksikan akan membuka lembaran baru bagi pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan di Kota Daeng.











