ELINE.NEWS,PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital melalui peningkatan pemahaman inovasi keuangan digital (IKD) yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, dalam kegiatan Sultan Muda Fair 2026 bertema “Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya” yang digelar di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin.
Baca juga: OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK untuk Perkuat Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Adi Budiarso mengatakan transformasi digital di sektor jasa keuangan telah membuka peluang besar untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan inklusi keuangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, perkembangan tersebut harus diiringi dengan peningkatan kecerdasan finansial masyarakat.
Menurutnya, di era digital masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus cerdas mengelola keuangan serta siap berkarya dan berwirausaha agar mampu mendukung kemajuan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menegaskan OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem keuangan digital. Dalam menjalankan perannya, OJK tidak hanya bertindak sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan, penggerak kolaborasi, serta mitra strategis dalam mewujudkan generasi muda yang cakap digital dan cerdas finansial.
Berdasarkan data hingga Mei 2026, jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi mendekati Rp122 triliun hanya dalam lima bulan pertama tahun 2026. Mayoritas pengguna aset kripto merupakan generasi muda. Sejak Mei 2022 hingga Mei 2026, industri aset kripto juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp2,06 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap Program Sultan Muda sebagai bentuk sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi digital daerah. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah maupun nasional.
Herman menyebut Sumatera Selatan memiliki sekitar 600 ribu pelaku UMKM. Melalui Program 100.000 Sultan Muda dan Sultan Muda Sumsel Center, generasi muda didorong memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mengembangkan usaha, memperluas jejaring pasar, terus berinovasi, serta menciptakan lapangan kerja.
Sementara itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menegaskan komitmen OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang kolaboratif, sistematis, dan berkelanjutan.
Melalui Sultan Muda Fair 2026, penguatan Program 100.000 Sultan Muda, serta kehadiran Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), OJK ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak, sehat, produktif, dan tetap terlindungi dalam ekosistem keuangan digital.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak, memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi di daerah, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui sinergi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem youngpreneur Sumatera Selatan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.
Pelaksanaan Sultan Muda Fair 2026 juga merupakan implementasi Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan yang diperkuat dengan hadirnya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung OJK Sumatera Selatan sebagai pusat kolaborasi, edukasi, kurasi, dan akselerasi pengembangan youngpreneur di daerah.
Program tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya penguatan sumber daya manusia unggul, peningkatan produktivitas ekonomi rakyat, serta percepatan transformasi digital nasional.
Sultan Muda Fair 2026 turut dihadiri Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Alfreno Kautsar Ramadhan serta Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Yopy Prabowo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan digital dan pengembangan UMKM berbasis inovasi di daerah.
Rangkaian kegiatan Sultan Muda Fair 2026 meliputi pemberian dukungan akun Canva Premium kepada 1.000 pengusaha muda dengan total nilai Rp1,14 miliar untuk memperkuat branding dan pemasaran digital, Digital Financial Literacy & Youngpreneur Summit, Digital Creative Workshop with Canva, Financial & Entrepreneur Expo, serta soft launching Kredit Sultan Muda sebagai inisiatif perluasan akses pembiayaan bagi generasi muda dan UMKM produktif.
Kegiatan tersebut diikuti 500 peserta secara hybrid yang terdiri atas pelaku UMKM muda, komunitas kreatif, mahasiswa, dan generasi muda Sumatera Selatan guna memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan sekaligus memperkuat kapasitas kewirausahaan digital.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 10.264 pengusaha muda telah bergabung dalam Program Sultan Muda Sumatera Selatan sejak diluncurkan pada 16 Mei 2025. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi serta potensi generasi muda dalam mengembangkan usaha berbasis digital dan pemanfaatan inovasi keuangan.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif, meningkatnya literasi keuangan digital, optimalisasi pemanfaatan inovasi keuangan digital secara bertanggung jawab, semakin luasnya akses pembiayaan UMKM, serta terbentuknya ekosistem youngpreneur yang kuat di Sumatera Selatan.
Sultan Muda Fair 2026 diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat literasi keuangan digital dan kewirausahaan berbasis inovasi sekaligus mempercepat lahirnya generasi muda yang berdaya saing untuk mendukung transformasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.











