BUSINESS

Kinerja Pegadaian Melaju, Gold Run Makassar Tawarkan Investasi Emas

×

Kinerja Pegadaian Melaju, Gold Run Makassar Tawarkan Investasi Emas

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, MAKASSAR — PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar terus memperkuat kinerja bisnis sekaligus memperluas edukasi investasi emas di tengah dinamika ekonomi global.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjaga portofolio bisnis serta mempercepat transformasi digital.

Deputi Bisnis Area Makassar 2, Tomy Djoko Tri Rahardjo, menambahkan bahwa wilayah operasional Makassar 2 yang mencakup sebagian Kota Makassar hingga Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu kontributor terbesar. Selain itu, Area Makassar 1 dan Area Parepare juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja wilayah.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, Pegadaian juga terus mendorong masyarakat memahami emas sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang. Pratikno mengimbau masyarakat agar tidak hanya melihat emas sebagai komoditas untuk mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Menurutnya, emas dapat digunakan sebagai instrumen lindung nilai atau hedging sekaligus bagian dari portofolio investasi dalam jangka panjang sekitar tiga hingga lima tahun.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi secara aktif, Pegadaian mengarahkan nasabah pada instrumen ETF Emas yang lebih terstruktur.

Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, Pegadaian juga menerapkan standar keamanan likuiditas emas. Cadangan fisik emas atau underlying asset di vault penyimpanan nasional dikelola dengan rasio 1:1 dan didukung safety stock sebesar 20 kilogram setiap hari.

Selain memperkuat produk, Pegadaian menghadirkan inovasi untuk membuat akses masyarakat terhadap emas semakin mudah. Salah satunya melalui fasilitas ATM Emas yang memungkinkan masyarakat membeli dan mencetak emas batangan secara langsung.

Deputi Operasional Kanwil VI Makassar, Andi Syam, mengatakan salah satu fasilitas tersebut berada di Cabang Mallemongan Baru, Makassar.

“Melalui ATM Emas ini, masyarakat dapat membeli dan mencetak emas batangan fisik secara real-time dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS maupun transfer bank,” jelas Andi Syam.

Kehadiran ATM Emas tersebut juga berjalan beriringan dengan produk emas murni dari Galeri 24, anak perusahaan Pegadaian. Produk tersebut menyasar kebutuhan investor ritel maupun institusi dengan standar kemurnian dan legalitas yang terjamin.

Di balik pertumbuhan bisnis emas, Pegadaian tetap menempatkan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Fluktuasi harga emas yang tajam dapat memberikan tekanan terhadap bisnis berbasis gadai sehingga perusahaan membutuhkan pengelolaan risiko yang terukur.

Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI Makassar, Deddy Suryady, mengatakan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dilakukan secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga wilayah.

“Pengendalian risiko dilakukan secara komprehensif mulai dari tim riset emas di kantor pusat, jajaran direksi, hingga departemen manajemen risiko di tingkat kantor wilayah. Setiap hari kami menetapkan kalkulasi harga taksiran gadai berbasis analisis prediktif guna memitigasi potensi kejatuhan harga secara drastis,” papar Deddy Suryady.

Selain simulasi risiko harian, Pegadaian juga menerapkan strategi transfer risk untuk mengalihkan potensi kerugian material pada eksposur portofolio komoditas.

Gold Run Bawa Investasi Emas ke Arena Lari

Menariknya, penguatan edukasi emas tidak hanya dilakukan melalui kantor cabang maupun layanan digital. Pegadaian juga membawa pesan investasi emas ke ruang yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat melalui Gold Run Pegadaian Makassar.

Gold Run menjadi event lari pertama Pegadaian di luar Pulau Jawa setelah sebelumnya digelar di Jakarta. Konsepnya pun dibuat berbeda karena peserta tidak hanya mengikuti aktivitas olahraga, tetapi juga mendapatkan manfaat investasi dari biaya pendaftaran.

Untuk kategori 5K, biaya pendaftaran sebesar Rp175 ribu, sedangkan kategori 10K sebesar Rp250 ribu. Setelah peserta memenuhi ketentuan pendaftaran, nilai tersebut dikonversi menjadi saldo emas.

Andi Syam menyebut konsep tersebut sebagai sport education yang menggabungkan kesehatan fisik dengan pengenalan investasi emas digital melalui platform TRING!.

Selain konversi biaya pendaftaran, Pegadaian menyiapkan hadiah emas batangan dan tambahan saldo Tabungan Emas bagi para pemenang. Hadiah tersedia untuk kategori 5K, 10K Umum, serta 16K Master Male & Female.

Nilai hadiah juga cukup menarik. Emas batangan yang disiapkan mulai dari 0,5 gram, 1 gram, hingga hadiah utama lainnya, tergantung kategori dan posisi pemenang. Peserta juga berkesempatan memperoleh emas melalui sesi doorprize.

Pegadaian menargetkan sedikitnya 1.500 peserta mengikuti Gold Run Makassar pada Minggu, 13 September 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari 1.200 slot awal yang sempat terpenuhi sebelum panitia membuka tambahan 100 slot.

Pratikno mengatakan Gold Run tidak sekadar menjadi agenda olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pegadaian meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya mengenai investasi berbasis emas.

“Ini merupakan edukasi sekaligus literasi dan inklusi keuangan, utamanya produk-produk kami berbasis emas,” ujarnya dalam media gathering Pegadaian di Makassar.

Karena itu, Pegadaian melihat olahraga sebagai medium untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus mempersiapkan kesehatan finansial.

Dari sisi rute, peserta 5K akan melintasi sejumlah kawasan ikonik Makassar, mulai dari Lapangan Karebosi, Jalan Sudirman, Jalan Haji Bau, kawasan pantai, Benteng Rotterdam, hingga kembali ke Karebosi.

Sementara itu, peserta 10K akan melewati rute yang lebih panjang menuju kawasan Kakaktua, TPI, Jalan Haji Bau, Center Point of Indonesia (CPI), Masjid 99 Kubah, kawasan pantai, dan Benteng Rotterdam sebelum finis di Karebosi.

Di sisi lain, Pegadaian terus memperkuat ekosistem digital melalui pembaruan aplikasi TRING! atau Pegadaian Digital. Perusahaan melakukan pengembangan pada tampilan antarmuka dan pengalaman pengguna agar transaksi investasi maupun layanan penjaminan semakin mudah dilakukan secara mandiri.

Untuk memperluas inklusi digital, Pegadaian juga merekrut sekitar 150 tenaga magang fresh graduate yang ditempatkan di sejumlah kantor cabang dan outlet. Mereka bertugas mendampingi serta mengedukasi nasabah agar semakin terbiasa menggunakan layanan digital.

Dengan demikian, pertumbuhan bisnis, inovasi layanan emas, penguatan manajemen risiko, digitalisasi, hingga Gold Run menjadi bagian dari strategi Pegadaian memperluas ekosistem keuangan berbasis emas.

Melalui pendekatan tersebut, Pegadaian Kanwil VI Makassar optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat literasi investasi masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *