ELINE.NEWS,BONE — Di tengah tantangan perguruan tinggi Indonesia untuk meningkatkan daya saing riset di tingkat global, capaian akademik kembali ditorehkan dosen muda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, .
Akademisi dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam itu dipercaya menjadi reviewer pada lima jurnal internasional bereputasi dunia yang sebagian besar berada pada kategori Quartile 1 (Q1).
Kelima jurnal tersebut yakni Humanities and Social Sciences Communications (Q1), Discover Sustainability (Q1), BMC Medical Education (Q1), Scientific Reports (Q1), serta Discover Education (Q3).
Penunjukan sebagai reviewer di jurnal internasional bereputasi bukan sekadar posisi administratif akademik.
Peran tersebut menempatkan seorang akademisi sebagai penjaga kualitas ilmiah global melalui proses peer review yang ketat sebelum sebuah riset dipublikasikan secara resmi.
Jurnal-jurnal tersebut dikenal memiliki standar evaluasi ilmiah tinggi dan menjadi rujukan akademik internasional dalam bidang sosial-humaniora, pendidikan, keberlanjutan, kesehatan, hingga multidisiplin ilmu pengetahuan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Qudratullah dinilai menjadi pengakuan atas kapasitas akademik serta konsistensinya dalam pengembangan riset di bidang komunikasi, media digital, budaya, pendidikan, dan kajian sosial masyarakat.
Dalam perannya sebagai reviewer, ia bertugas melakukan evaluasi terhadap artikel ilmiah dari para peneliti berbagai negara, mulai dari aspek metodologi penelitian, validitas data, kontribusi ilmiah, hingga kepatuhan terhadap etika akademik.
Menurut Dr. Qudratullah, posisi reviewer internasional memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas ilmu pengetahuan di tengah derasnya perkembangan publikasi akademik global.
“Reviewer memiliki tanggung jawab akademik untuk memastikan penelitian yang dipublikasikan memiliki kualitas metodologis, kontribusi ilmiah, dan etika akademik yang baik,” ujarnya.
Capaian tersebut juga memperlihatkan semakin terbukanya ruang kontribusi akademisi Indonesia dalam percakapan ilmiah global.
Kehadiran dosen dari perguruan tinggi daerah sebagai reviewer jurnal bereputasi internasional menjadi indikator bahwa kualitas sumber daya akademik nasional mampu bersaing di level dunia.
Sebelumnya, Dr. Qudratullah juga aktif dalam berbagai forum akademik, penelitian kolaboratif, hingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional.
Ia juga tercatat sebagai reviewer nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia periode 2025–2027.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat reputasi IAIN Bone dalam pengembangan budaya riset dan publikasi ilmiah internasional.
Di tengah tuntutan transformasi pendidikan tinggi, capaian akademisi muda seperti ini dinilai penting untuk mendorong lahirnya ekosistem riset yang lebih kompetitif, kolaboratif, dan berorientasi global.
Prestasi ini juga menjadi pesan bahwa akademisi dari daerah memiliki peluang yang sama untuk tampil dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dunia, selama didukung konsistensi riset, jejaring akademik, dan kualitas publikasi yang kuat.











