ELINE.NEWS, MAKASSAR — Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menghadirkan konsep berbeda melalui EduRun Tourism 2026, Minggu (20/9/2026). Ribuan peserta tidak hanya berlari, tetapi juga menguji wawasan tentang pariwisata sepanjang rute yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari puncak perayaan Dies Natalis ke-35 Poltekpar Makassar. Tahun ini, panitia mengubah konsep kegiatan agar olahraga sekaligus menjadi ruang edukasi yang lebih interaktif.
Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, A.Md, S.Sos, MM.Par., mengatakan konsep EduRun Tourism berkembang secara bertahap selama tiga tahun terakhir.

Pada 2024, Poltekpar Makassar mengawali kegiatan dengan nama Fun Tourism dan menggunakan rute jalan raya umum. Setahun kemudian, konsep tersebut berkembang menjadi Run Tourism dengan rute yang menyusuri sejumlah kawasan pesisir dan destinasi wisata di Makassar.
Rute pada 2025 mencakup kawasan Pantai Biru, Tanjung Bayam, Tanjung Merdeka, Layar Putih hingga area sepanjang Sungai Jeneberang.
Memasuki 2026, Poltekpar Makassar menambahkan unsur edukasi melalui konsep EduRun Tourism. Karena itu, peserta tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga harus menjawab pertanyaan tentang pariwisata selama berlari.
“Di tahun 2026 ini, kami menambahkan kata ‘Edu’ dari edukasi. Kami ingin mencari pembeda yang nyata,” kata Herry.
Konsep tersebut membuat EduRun Tourism 2026 memiliki tantangan berbeda. Peserta kategori 6 kilometer dan 10 kilometer harus melewati sejumlah checkpoint yang menggunakan teknologi digital.
Di setiap checkpoint, peserta memindai kode QR untuk menjawab pertanyaan interaktif. Materinya mencakup destinasi wisata, istilah pariwisata hingga pengetahuan umum mengenai sektor tersebut.
Bahkan, sejumlah pertanyaan mengangkat identitas lokal Makassar. Salah satunya berkaitan dengan julukan Kota Makassar sebagai “Kota Makan Enak”.
Dengan konsep itu, panitia tidak hanya menentukan pemenang berdasarkan kecepatan. Jawaban peserta dalam kuis pariwisata juga menjadi bagian dari penilaian.
“Di sini ada tiga unsur yang kami gabungkan: olah raga, olah otak, dan olah rasa,” ujar Herry.
Selain mengemas olahraga dan edukasi, Poltekpar Makassar juga mengarahkan EduRun Tourism 2026 untuk mendukung pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran.
Konsep tersebut mendorong masyarakat menjalani aktivitas fisik sekaligus menikmati lingkungan dan potensi destinasi di sekitarnya. Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan promosi pariwisata.
Poltekpar Makassar juga mengiringi kegiatan tersebut dengan aksi menjaga kebersihan lingkungan. Sepekan sebelum acara utama, tepatnya Minggu (14/9), sivitas akademika dan mahasiswa menggelar Gerak Jalan Wisata Bersih.
Mereka menyusuri jalur yang akan digunakan dalam EduRun Tourism 2026 sambil mengumpulkan sampah di sepanjang rute. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memastikan lintasan tetap bersih, aman, dan nyaman bagi peserta.
Antusiasme masyarakat terhadap EduRun Tourism 2026 juga terlihat dari jumlah peserta. Kuota sebanyak 1.500 orang terisi dalam waktu singkat.
Selain peserta resmi, sejumlah warga turut meramaikan jalur lari secara spontan. Kehadiran mereka membuat suasana kegiatan semakin semarak.
Panitia bersama sponsor juga menyiapkan berbagai hadiah untuk peserta. Hadiah tersebut mencakup uang tunai bagi pemenang kategori lari dan kuis hingga beragam doorprize.
Peserta berkesempatan mendapatkan sepeda motor, sepeda listrik, peralatan elektronik rumah tangga seperti kulkas dan televisi, serta voucer menginap di sejumlah hotel berbintang.
Melalui EduRun Tourism 2026, Poltekpar Makassar ingin memperluas peran perguruan tinggi pariwisata dalam mengembangkan ekosistem wisata. Selain mencetak sumber daya manusia, kampus juga mendorong masyarakat untuk mengenal pariwisata melalui aktivitas yang sehat, edukatif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.











