ELINE.NEWS, MAKASSAR– Langkah besar baru saja diambil oleh jajaran Pengurus Kota Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Makassar.
Mengawali masa bakti kepengurusan periode 2026–2030, organisasi olahraga sepatu roda di Kota Daeng ini secara resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana mereka yang berlangsung pada Sabtu (19/9).
Raker ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul pengurus biasa, melainkan arena penyusunan roadmap alias peta jalan strategis untuk melejitkan prestasi sepatu roda Kota Makassar hingga empat tahun mendatang.
Di bawah komando sang Ketua Umum, Firman Setiawan, Perserosi Makassar menetapkan komitmen tinggi dalam merevolusi sistem pembinaan atlet dari akar rumput.
”Terima kasih banyak. Pada kesempatan ini kita melakukan rapat kerja untuk periode kepengurusan Perserosi Kota Makassar tahun 2026–2030. Rapat kerja ini membahas mengenai agenda empat tahun ke depan yang fokus pada tujuan utamanya adalah kepada pembinaan atlet, terus evaluasi atlet yang bersifat periode ataupun berjenjang, dan juga kegiatan-kegiatan kompetisi rutin yang akan diagendakan ke depannya,” papar Ketua Perserosi Makassar, Firman Setiawan.
Kompetisi Rutin Tiap Tiga Bulan: Jaga Mental dan Jam Terbang Atlet
Salah satu persoalan klasik yang kerap dihadapi dunia olahraga daerah adalah minimnya iklim kompetisi yang berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Perserosi Makassar telah menyiapkan gebrakan baru berupa penyelenggaraan liga atau kompetisi berkala.
Tidak tanggung-tanggung, ajang bertanding ini dirancang untuk bergulir setiap tiga bulan sekali. Langkah ini diambil guna memastikan para atlet muda Makassar memiliki jam terbang yang cukup dan tidak canggung saat harus berhadapan dengan lawan di tingkat daerah maupun nasional.
”Ke depannya bersifat kompetisi rutin ataupun liga di mana akan diadakan mungkin sekitar tiga bulan sekali. Langkah ini sangat penting agar para atlet tidak hanya kenyang di porsi latihan, tetapi juga memiliki mental bertanding yang terasah secara konsisten,” tambah Firman.
Dorong Klub Lokal Menerapkan Kurikulum Terukur
Di samping menghadirkan liga berkala, perbaikan dari dalam (internal cleansing) pada level klub juga menjadi fokus perhatian Perserosi Makassar. Klub-klub sepatu roda di Kota Makassar didorong untuk bertransformasi menjadi wadah pembinaan yang makin profesional.
Perserosi mengimbau seluruh manajemen klub untuk lebih tertib dalam melakukan pendataan atlet serta menyusun program latihan yang mengacu pada kurikulum resmi.
”Selanjutnya untuk pembinaan atlet, itu kita mendorong ke klub untuk lebih giat dan lebih aktif dalam mendata atlet dan juga mengatur progres latihan klub sesuai dengan kurikulum masing-masing klub yang telah dicanangkan,” tegas Firman.
Dengan adanya kurikulum latihan yang terstandarisasi di tiap klub, diharapkan kualitas teknik, fisik, dan taktik atlet dapat berkembang secara terukur dari waktu ke waktu.
Inovasi Baru: Sepatu Roda Siap Masuk Sekolah Dasar (SD)
Langkah paling menarik dan terbilang berani dari Raker Perserosi Makassar tahun ini adalah rencana memasukkan olahraga sepatu roda ke dalam lingkungan sekolah formal.
Untuk memasyarakatkan olahraga ini secara lebih masif dan menjaring bibit unggul sejak usia sedini mungkin,
Perserosi Makassar bakal menjajaki kerja sama resmi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Target utamanya adalah menjadikan sepatu roda sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di tingkat Sekolah Dasar (SD).
”Ke depannya untuk lebih memasyarakatkan dan lebih memperkenalkan sepatu roda di Kota Makassar, rencana ke depannya Perserosi juga akan membicarakan hal ini kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar agar bisa masuk sebagai salah satu pilihan ekskul yang ada di Kota Makassar, khususnya untuk pendidikan anak di level Sekolah Dasar,” terang Firman Setiawan penuh optimisme.
Jika program kerja sama ini terealisasi, sepatu roda bukan lagi sekadar hobi rekreasi anak-anak di taman kota, melainkan cabang olahraga usia dini yang dibina secara akademis dan terstruktur di sekolah-sekolah.
Transformasi Digital: Pantau Rekam Jejak Prestasi Atlet Secara Online
Menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi masa kini, Perserosi Makassar juga merambah strategi digitalisasi. Seluruh departemen dan divisi di internal pengurus diinstruksikan untuk mulai beralih ke sistem berbasis digital.
Hal ini mencakup pendataan atlet terpadu (database digital), promosi kegiatan secara online maupun offline, hingga pencatatan riwayat kompetisi.
”Untuk di beberapa bidang departemen atau divisi yang lainnya, kita juga mendorong untuk digitalisasi dan juga promosi secara online maupun offline. Dan juga pendataan atlet bersifat digital, jadi semua terkoneksi mulai dari jalur prestasi dari awal sampai dengan saat ini,” jelas Firman.
Sistem digitalisasi ini diyakini akan memudahkan transparansi data atlet. Jalur prestasi atlet dari kejuaraan tingkat paling dasar hingga level profesional akan tercatat secara rapi dan tidak bisa dimanipulasi.
Desak Pemkot Makassar Siapkan Lahan Arena Velodrom Standar Nasional
Agenda vital yang tidak kalah penting dalam Raker ini adalah perjuangan dalam penyediaan sarana dan prasarana.
Saat ini, ketersediaan fasilitas latihan yang representatif masih menjadi kebutuhan mendesak bagi para atlet sepatu roda di Makassar.
Oleh karena itu, Firman Setiawan bersama jajaran pengurus menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Makassar agar bisa segera memberikan dukungan nyata berupa penyediaan lahan serta pembangunan arena latihan berstandar nasional, seperti velodrom.
”Yang paling penting kita juga mendorong untuk secepatnya Pemerintah Kota dapat membantu kita menyiapkan lahan dan juga sarana ataupun prasarana untuk tempat latihan bagi anak-anak kita di Kota Makassar untuk bersepatu roda. Atau bisa dibilang arena sepatu roda dalam bentuk yang standar nasional itu seperti velodrom,” ungkapnya.
Desakan ini dirasa makin krusial mengingat potensi Kota Makassar yang sangat besar untuk menjadi pusat olahraga di kawasan Indonesia Timur.
Apalagi, Makassar diproyeksikan bakal memegang kepercayaan sebagai tuan rumah ajang kejuaraan nasional di masa yang akan datang.
”Kita harapannya dalam beberapa tahun kemudian sudah ada sarana dan prasarana pendukung, karena ke depannya Makassar akan mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah beberapa event kegiatan nasional di Kota Makassar. Mungkin cukup sekian,” pungkas Firman menutup perbincangan.
Raker 2026–2030 ini pun menjadi fondasi awal yang kokoh bagi Perserosi Makassar. Dengan kolaborasi antara pengurus, pimpinan klub, pihak sekolah, dan dukungan Pemkot Makassar, masa depan olahraga sepatu roda di Kota Angging Mammiri diyakini bakal makin bersinar.











