ELINE.NEWS,PINRANG — Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia Desa Mattiroade menggelar seminar kewirausahaan sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. Agunawan, S.Kom., M.Kom., M.Bns., sebagai pembicara utama. Seminar mengangkat pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di era kreativitas dan inovasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi mampu melihat potensi di lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif dan bernilai ekonomi.
Seminar tersebut juga menjadi momentum implementasi salah satu program kerja unggulan Posko KKN Tematik, yakni penempatan tempat sampah inovatif model rocket stove yang kini ditempatkan di halaman Kantor Desa Mattiroade. Inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai pengelolaan limbah dan pemanfaatannya secara lebih produktif.
Kepala Desa Mattiroade, Rustan Salli, S.Pd.I., M.Si., menyambut positif program yang digagas mahasiswa KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui berbagai kegiatan inovatif dapat menjadi pemantik semangat masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Rijal, S.Kom., M.Kom., menilai kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program KKN.
Menurutnya, konsep KKN Tematik tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga mendorong mereka untuk terlibat langsung dalam mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Agunawan menekankan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Penguatan sumber daya manusia dan perubahan cara berpikir masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing.
“Melalui kegiatan yang digagas oleh Posko KKN Tematik ini, kita tidak hanya berbicara tentang infrastruktur atau bisnis, tetapi tentang perubahan fundamental. Dari konsumen menjadi kreator adalah kunci agar desa tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga menjadi pusat produksi yang mandiri dan inovatif,” ujar Dr. Agunawan.
Kolaborasi antara akademisi ITB Nobel Indonesia, mahasiswa KKN Tematik, dan Pemerintah Desa Mattiroade diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan di tingkat desa.
Dengan memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang aplikatif, program tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mattiroade.











