Edukasi

OJK Perkuat Literasi Keuangan Lewat Jambore Nasional

×

OJK Perkuat Literasi Keuangan Lewat Jambore Nasional

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kemampuan mengelola keuangan secara bijak, membentuk perilaku finansial yang positif, sekaligus mempersiapkan kesejahteraan di masa depan.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta.

Baca juga: OJK Catat Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Stabil

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Dicky, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terbawa tren maupun gaya hidup.

“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky.

Ia juga menekankan pentingnya membangun perilaku keuangan positif melalui kebiasaan sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Dalam kegiatan Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan, turut hadir Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.

Anis menyampaikan bahwa kebiasaan finansial perlu dibangun sejak dini. Menurutnya, kebiasaan menabung bukan hanya berdampak bagi kepentingan pribadi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Sementara itu, Atip menyebut literasi keuangan menjadi salah satu fondasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Literasi keuangan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku untuk mengendalikan keinginan konsumtif.

Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo menilai kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai kepramukaan, khususnya Dasa Dharma Pramuka ke-7 yang mengajarkan sikap hemat, cermat, dan bersahaja.

Kegiatan LIKE IT 2026 digelar secara hybrid dan diikuti 3.500 anggota Pramuka Penggalang. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebiasaan menabung, pengelolaan uang secara bijak, serta persiapan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia muda.

Rangkaian edukasi juga menghadirkan Tenda Kampung Finansial yang diisi talkshow, permainan, kuis edukatif, dan booth edukasi keuangan. Hingga kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka telah mengunjungi area tersebut.

Selain itu, terdapat agenda Pramuka Goes to Office ke Kantor Pusat OJK pada 18–20 Agustus 2026. Peserta terpilih mendapat kesempatan mengenal lebih dekat peran OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan.

Melalui rangkaian tersebut, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi generasi aktif, produktif, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *