ELINE.NEWS, MAKASSAR — Pasar keuangan syariah di Makassar terus menunjukkan perkembangan positif. Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap alternatif pembiayaan, kebutuhan terhadap layanan keuangan berbasis syariah ikut membuka ruang pertumbuhan baru.
Perkembangan itu tercermin dari kinerja Pegadaian Syariah Sentral yang mencatat pertumbuhan bisnis sebesar 33 persen. Saat ini, nilai outstanding loan (OSL) atau pinjaman yang masih berjalan di unit tersebut berada di kisaran Rp360 miliar.
Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Sentral, Kurniawan Purba, mengatakan pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari strategi kolaboratif antara jaringan syariah dan konvensional.
Menurut Kurniawan, sinergi kedua jaringan tersebut membuat edukasi mengenai produk syariah menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan dukungan jaringan Pegadaian Konvensional, informasi mengenai layanan berbasis syariah kini semakin mudah diperkenalkan kepada calon nasabah.
“Edukasi produk syariah kini didukung penuh oleh jaringan Pegadaian Konvensional. Hampir seluruh lini produk yang ada di operasional konvensional saat ini pada dasarnya berakar dan dikembangkan dari basis produk syariah,” kata Kurniawan.
Bisnis Syariah Makin Strategis
Pertumbuhan tersebut sekaligus memperlihatkan posisi bisnis syariah yang semakin penting dalam struktur bisnis Pegadaian.
Di wilayah operasional Pegadaian Makassar 1, lini syariah menyumbang hampir 20 persen terhadap total kinerja finansial. Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan syariah tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi telah berkembang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis.
Selain itu, penguatan jaringan memberikan ruang lebih besar untuk memperluas penetrasi pasar. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengenal layanan Pegadaian secara umum kini semakin mudah mendapatkan informasi mengenai produk yang menggunakan prinsip syariah.
Kontribusi Nasional Capai 16 Persen
Potensi pertumbuhan tersebut juga terlihat pada skala nasional. Secara keseluruhan, portofolio syariah Pegadaian telah memberikan kontribusi sekitar 16 persen terhadap total bisnis korporasi.
Dengan kontribusi tersebut, Pegadaian melihat pasar keuangan syariah masih memiliki ruang ekspansi yang cukup besar. Karena itu, pengembangan bisnis tidak hanya diarahkan pada peningkatan pembiayaan, tetapi juga pada penguatan pemahaman masyarakat mengenai produk dan mekanisme transaksi syariah.
Edukasi Jadi Penggerak Pertumbuhan
Pegadaian Syariah Sentral menempatkan edukasi sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan bisnis.
Pasalnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan mudah dipahami sebelum memilih produk keuangan sesuai kebutuhannya. Karena itu, kolaborasi antara jaringan syariah dan konvensional menjadi salah satu cara untuk memperluas literasi sekaligus memperkenalkan pilihan layanan syariah kepada masyarakat.
Di sisi lain, pendekatan tersebut dapat memperkuat ekosistem transaksi yang semakin terintegrasi. Dengan pertumbuhan bisnis 33 persen dan OSL sekitar Rp360 miliar, Pegadaian Syariah Sentral melihat peluang pengembangan pasar di Makassar masih terbuka luas.
Makassar juga dinilai memiliki potensi besar karena aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang. Pada saat yang sama, kebutuhan terhadap pilihan layanan keuangan yang beragam ikut meningkat.
Ke depan, penguatan ekosistem dan edukasi menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan tersebut. Dengan begitu, kontribusi bisnis syariah diharapkan terus meningkat sekaligus memperkuat posisi layanan keuangan syariah dalam bisnis Pegadaian.
Pertumbuhan Pegadaian Syariah Sentral menjadi salah satu gambaran bahwa layanan keuangan berbasis syariah semakin mendapat tempat dalam kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki posisi strategis dalam peta bisnis Pegadaian di Makassar.





