ELINE.NEWS, MAKASSAR — Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar berkomitmen penuh dalam mendukung program prioritas lingkungan hidup yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui penerapan sistem pemilahan dan penguraian sampah sejak dari hulu di dalam internal lingkungan kantor legislatif tersebut.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan dan tindak lanjut langsung terhadap instruksi strategis Wali Kota Makassar.
Melalui pemilahan yang ketat di tingkat hulu, diharapkan volume sampah yang nantinya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah tereduksi secara signifikan dan terpilah dengan matang.
Aksi Nyata Lintas Sektoral di Internal Dewan
Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Makassar, Andi Rahmat Mappaturung, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang telah diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh unsur kesekretariatan dalam dua hingga tiga minggu terakhir.
“Mendukung apa yang menjadi program prioritas Bapak Wali Kota, di antaranya memang kita harus memisahkan sampah mulai dari hulu. Kami dari unsur Sekretariat DPRD menindaklanjuti instruksi terkait program strategis beliau, di mana memang sampah ini paling tidak sudah terurai dari hulunya,” ujar Andi Rahmat.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi pemilahan dari hulu ini akan mempermudah rantai distribusi sampah.
Ketika armada pengangkut membawa sampah ke TPA, kondisi material sampah sudah terklasifikasi dengan baik sesuai kategorinya, sehingga memaksimalkan proses daur ulang dan pengelolaan tingkat lanjut.
Maksimalkan SK Pengelolaan dan Siap Gandeng Bank Sampah Unit
Sebagai penguat aspek legalitas dan keberlanjutan program, Sekretariat DPRD Makassar saat ini tengah merampungkan penerbitan Surat Keputusan (SK) mengenai pengelolaan sampah internal.
SK ini nantinya akan menjadi landasan hukum operasional dalam tata kelola kebersihan lingkungan di area gedung rakyat tersebut.
Lebih lanjut, Andi Rahmat mengonfirmasi adanya rencana perluasan program melalui kemitraan strategis dengan jaringan Bank Sampah Unit.
Terkait penentuan lokasi atau bank sampah mana yang akan menjadi mitra resmi, pihaknya kini sedang berkoordinasi erat dengan instansi teknis terkait.
“Dalam waktu dekat, SK pengelolaannya ini sudah kita maksimalkan. Dan ini adalah untuk tindak lanjutnya kita bekerja sama dengan Bank Sampah Unit nantinya. Untuk kerja samanya, kami menunggu petunjuk dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” tambahnya.
Siap Dievaluasi dalam Lomba Kebersihan Tingkat Kota
Mengenai adanya wacana perlombaan kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang diinisiasi pemerintah daerah di tingkat kecamatan, Sekretariat DPRD Makassar menyatakan kesiapannya jika instansi mereka dilibatkan atau menjadi salah satu objek penilaian.
Andi Rahmat optimis karena seluruh sarana dan prasarana penunjang pemilahan sampah kini telah tersedia secara mandiri di area kantor.
“Paling tidak ini kan kita sudah lihat aksi nyatanya dari kami di Sekretariat DPRD. Kalaupun nanti memang SKPD diikutkan untuk itu, kita siap. Apalagi sarana dan prasarana yang sekarang kita punyai untuk mendukung itu sudah kita miliki,” pungkasnya.
Langkah proaktif yang ditunjukkan oleh Sekretariat DPRD Kota Makassar ini diharapkan dapat menjadi role model atau percontohan bagi instansi dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya di Kota Makassar untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari darurat sampah.











