Hukum & Kriminal

Dari Jalanan ke Potensi Konflik, Tembak WGB Remaja Menguji Ketegasan Hukum

×

Dari Jalanan ke Potensi Konflik, Tembak WGB Remaja Menguji Ketegasan Hukum

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,MAKASSAR – Aksi remaja bermain tembak-tembakan menggunakan peluru gel di jalanan Kota Makassar kian meresahkan. Fenomena ini bahkan terus terjadi meski sebelumnya telah memakan korban jiwa.

Beberapa pekan lalu, seorang remaja berusia 18 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tertembak oleh oknum aparat saat terjadi insiden yang dipicu permainan serupa. Namun, alih-alih mereda, aktivitas berbahaya ini justru masih marak ditemukan selama bulan suci Ramadan.

Baca juga: Akibat senjata WGB Remaja 18 tahun Meninggal

Di berbagai sudut kota, kelompok remaja terlihat membawa senjata mainan jenis water gel blaster (WGB) untuk bermain perang-perangan. Aktivitas tersebut kerap dilakukan di jalan raya, lorong permukiman, hingga ruang publik dengan cara saling kejar dan tembak.

Warga resah, khawatir picu konflik besar

Sejumlah warga mengaku terganggu dengan aksi tersebut. Selain membahayakan pengguna jalan, permainan ini juga kerap memicu keributan antar kelompok remaja.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir fenomena ini dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi perang kelompok. Sudah sering ribut antar anak-anak karena saling tembak,” ujarnya.

Ia berharap aparat tidak hanya menindak para pemain, tetapi juga pedagang yang menjual senjata mainan tersebut secara bebas.

Polisi: Bisa sebabkan kebutaan hingga kematian

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait maraknya aksi tersebut.

“Ya, kami sudah menerima banyak komplain dari masyarakat terkait permainan remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan senapan ini untuk perang-perangan di jalan,” ujarnya, Senin (2/3).

Menurutnya, meski tergolong mainan, penggunaan senjata peluru gel tetap memiliki risiko serius.

“Kalau kena mata bisa menyebabkan kebutaan,” tegasnya.

Ancaman kecelakaan lalu lintas

Lebih jauh, Arya mengingatkan bahwa bahaya yang ditimbulkan tidak hanya terbatas pada cedera akibat peluru gel.

Permainan di jalan umum berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama jika peluru mengenai pengendara motor.

“Kalau terkena pengendara lalu hilang keseimbangan dan jatuh, itu bisa menyebabkan kecelakaan. Bisa luka bahkan meninggal dunia,” jelasnya.

Ia menegaskan, kejadian tersebut dapat berujung pada konsekuensi hukum.

“Yang awalnya bukan tindak pidana, bisa berubah menjadi pidana,” tambahnya.

Patroli rutin dan edukasi terus dilakukan

Untuk menekan fenomena ini, jajaran kepolisian rutin melakukan patroli di berbagai titik rawan.

Selain membubarkan kelompok remaja, petugas juga memberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan senjata gel di ruang publik.

“Setiap hari kami lakukan patroli untuk membubarkan dan memberikan pemahaman kepada mereka,” kata Arya.

Peran orang tua dan pemerintah dibutuhkan

Di tengah meningkatnya kasus ini, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak membiarkan permainan berbahaya tersebut berlangsung, terutama di ruang publik yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Terutama di jalan umum yang bisa membahayakan keselamatan bersama,” tutup Arya.

Dari permainan ke ancaman sosial

Fenomena tembak-tembakan gel di Makassar menunjukkan bagaimana sebuah permainan dapat berubah menjadi ancaman serius jika tidak diawasi.

Mulai dari risiko cedera, kecelakaan, hingga potensi konflik antar kelompok, semuanya menjadi alarm bagi pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk bertindak lebih tegas.

Tanpa pengendalian, permainan yang awalnya dianggap hiburan ini berpotensi berkembang menjadi masalah sosial yang lebih besar di tengah kehidupan kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *