News

“Akhirnya Bisa Pulang” Kisah Haru di Mudik Gratis Pegadaian Makassar

×

“Akhirnya Bisa Pulang” Kisah Haru di Mudik Gratis Pegadaian Makassar

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,MAKASSAR – Raut wajah haru tak bisa disembunyikan Siti (34), seorang pekerja sektor informal di Makassar, saat menaiki bus mudik gratis yang disiapkan PT Pegadaian. Setelah setahun menahan rindu, tahun ini ia akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya tanpa memikirkan biaya perjalanan.

“Alhamdulillah, tahun ini bisa pulang. Biasanya saya urungkan karena ongkos mahal,” ujarnya lirih.

Baca juga :  Pegadaian Wilayah VI Santuni Anak Yatim

Cerita Siti hanyalah satu dari ratusan kisah serupa dalam program mudik gratis Pegadaian Wilayah VI Makassar yang memberangkatkan sekitar 400 pemudik menuju berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Mudik bukan sekadar perjalanan

Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan, suasana tak hanya diwarnai antusiasme, tetapi juga kehangatan dan harapan.

Deputi Operasional Pegadaian Wilayah VI Makassar, Andi Syam, menyebut mudik memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar perjalanan pulang kampung.

“Ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan hati. Momen di mana keluarga yang lama terpisah akhirnya bisa kembali berkumpul,” ujarnya.

Menurutnya, tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” mencerminkan komitmen Pegadaian untuk tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Perjalanan aman tanpa biaya

Tahun ini, Pegadaian menyiapkan delapan armada bus dengan kapasitas masing-masing sekitar 50 penumpang.

Para pemudik diberangkatkan melalui rute:

Makassar – Palopo

Makassar – Mangkutana

Makassar – Mamuju

Seluruh perjalanan difasilitasi secara gratis dengan jaminan keamanan dan kenyamanan.

“Kami pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan pengemudi dalam keadaan sehat. Keselamatan pemudik adalah prioritas utama,” tegas Andi Syam.

Harapan yang dibawa pulang

Bagi banyak peserta, program ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan harapan untuk kembali merajut hubungan keluarga.

Seorang pemudik lainnya, Rahman (41), mengaku sudah dua tahun tidak pulang karena keterbatasan biaya.

“Anak saya selalu tanya kapan pulang kampung. Tahun ini akhirnya bisa,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Momen seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan program, ada cerita manusia yang penuh makna.

Puncak kepedulian di bulan Ramadan

Program mudik gratis ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan sosial Pegadaian selama Ramadan.

Sebelumnya, berbagai kegiatan telah dilakukan, seperti:

program Mengetuk Pintu Langit

santunan anak yatim

buka puasa bersama

bazar murah

pembagian bingkisan Lebaran

Seluruh rangkaian ini menunjukkan konsistensi Pegadaian dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengantar pulang, menghadirkan kebahagiaan

Di tengah meningkatnya biaya hidup dan transportasi, mudik gratis menjadi angin segar bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar fasilitas, program ini menghadirkan kesempatan untuk pulang, bertemu, dan memeluk keluarga yang telah lama dirindukan.

Saat bus mulai bergerak meninggalkan Makassar, lambaian tangan dan senyum haru mengiringi perjalanan. Sebuah perjalanan yang bukan hanya menuju kampung halaman, tetapi juga menuju kehangatan yang lama dinanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *