ELINE.NEWS,MAKASSAR — Persaingan industri otomotif di Indonesia semakin panas dengan hadirnya berbagai merek baru, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid. Namun kondisi tersebut belum mampu menggoyahkan dominasi Kalla Toyota di wilayah Sulawesi.
Hingga April 2026, Kalla Toyota berhasil mencatat market share sebesar 36 persen dengan total penjualan mencapai 6.860 unit di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Angka itu tumbuh sekitar 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Kalla Toyota Catat Pertumbuhan 5,3 Persen, Perkuat Market Share Lewat Toyota Space
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap Toyota meski pasar otomotif saat ini semakin kompetitif.
“Persaingan otomotif sekarang memang sangat dinamis, apalagi dengan masuknya banyak merek baru. Tapi Toyota tetap dipercaya masyarakat karena kualitas produk dan layanan yang konsisten,” ujarnya.

Menurutnya, April 2026 menjadi periode penjualan tertinggi sepanjang tahun ini dengan capaian 1.923 unit atau naik sekitar 10,7 persen dibandingkan Maret 2026.
Suliadin menilai keberhasilan Toyota mempertahankan posisi sebagai market leader tidak lepas dari fondasi merek yang telah dibangun selama puluhan tahun. Selain itu, jaringan penjualan dan layanan purnajual yang tersebar luas hingga ke daerah menjadi nilai tambah yang sulit disaingi.
“Toyota punya jaringan bengkel dan dealer yang menjangkau banyak wilayah. Ini membuat pelanggan merasa lebih aman dan nyaman,” katanya.
Dari sisi produk, Toyota dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai segmen, mulai dari city car, MPV, SUV, kendaraan niaga hingga mobil hybrid yang kini semakin diminati konsumen.
Beberapa model yang menjadi tulang punggung penjualan Kalla Toyota antara lain Calya, Rush, Avanza, Agya, Raize, Fortuner, Hilux 4×4, hingga Innova Zenix Hybrid dan New Veloz Hybrid.
Salah satu pengguna Toyota Raize, Fikri Ramadhan, mengaku memilih Toyota karena performa kendaraan yang dikenal awet serta jaringan bengkel resmi yang mudah ditemukan.
“Kalau perjalanan jauh lebih tenang karena bengkel resminya ada di banyak daerah. Aftersales-nya juga bagus,” tuturnya.
Sementara itu, pengguna Toyota Avanza, Tirza Chrissita, menilai nilai jual kembali Toyota yang stabil menjadi alasan utama dirinya tetap setia menggunakan merek tersebut.
“Toyota itu harga bekasnya tetap bagus. Jadi lebih gampang kalau mau upgrade ke mobil baru,” ujarnya.
Di tengah tren elektrifikasi kendaraan, Kalla Toyota juga terus memperkuat strategi edukasi kepada masyarakat terkait teknologi hybrid dan program tukar tambah SmartUpgrade yang memberikan kemudahan pelanggan mengganti kendaraan secara fleksibel.
Untuk Mei 2026, Kalla Toyota menargetkan penjualan operasional sebanyak 2.000 unit. Optimisme itu didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan Toyota yang dinilai tetap relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.
“Kami akan terus menghadirkan inovasi, pelayanan terbaik, dan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga,” tutup Suliadin.











