ELINE.NEWS, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gajah Sena Makassar memperkuat konsolidasi organisasi di Kecamatan Mamajang sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Konsolidasi tersebut berlangsung melalui kunjungan kerja jajaran DPD Gajah Sena Makassar ke Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (Dancap) Gajah Sena Kecamatan Mamajang. Selain memastikan kesiapan struktur, pertemuan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat koordinasi di tingkat kecamatan.
Ketua DPD Gajah Sena Makassar, Arie Dumais, mengapresiasi progres struktur organisasi di Kecamatan Mamajang yang telah rampung secara menyeluruh. Kunjungan tersebut juga menjadi titik ketiga dalam rangkaian kerja DPD Gajah Sena Makassar ke sejumlah kecamatan di Kota Makassar.
“Kunjungan kami ke sini tidak serta-merta hanya sekadar say hi, tetapi juga untuk mendengarkan aspirasi dan memperkuat struktur di tingkat kecamatan yang spektrumnya sangat luas,” ujar Arie Dumais.
Sementara itu, Ketua Dancap Mamajang, Wawan, melaporkan bahwa struktur kepengurusan di wilayahnya telah terbentuk 100 persen hingga tingkat kelurahan dan grassroots.
Dalam pertemuan tersebut, Wawan juga memperkenalkan jajaran lurah yang hadir, di antaranya Lurah Bonto Makkio Taufik, Lurah Sambung Jawa Dewi, Lurah Karang Anyar Alun Jjka, Lurah Tamarunang Nusi, Lurah Parang Tambung Alex Pekal, serta sejumlah pengurus kelurahan lainnya.
Secara keseluruhan, Arie Dumais menyebut pembentukan struktur Gajah Sena di Kota Makassar telah mencapai 95 persen. Karena itu, pihaknya terus mendorong penyelesaian struktur di seluruh wilayah untuk menghadapi dinamika politik menuju 2029.
Arie juga menegaskan posisi Gajah Sena yang berada satu garis dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapan organisasi untuk mengusung dan memenangkan kader-kader PSI pada Pemilu 2029.
Selain memperkuat struktur internal, agenda di Mamajang turut membuka ruang dialog dengan warga dan pengurus setempat. Dalam sesi tersebut, peserta membahas sejumlah persoalan sosial yang muncul di tingkat kelurahan.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan paket sembako di Kelurahan Sambung Jawa. Persoalan tersebut membutuhkan sinkronisasi data penerima agar penyaluran bantuan dapat berjalan lebih tepat.
Melalui forum tersebut, Gajah Sena menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian persoalan yang dihadapi warga.
Konsolidasi di Mamajang menegaskan beberapa perkembangan penting dalam perjalanan organisasi Gajah Sena Makassar menuju Pemilu 2029.
Pertama, struktur Dancap Mamajang di bawah kepemimpinan Wawan telah tuntas 100 persen hingga tingkat kelurahan.
Selanjutnya, pembentukan struktur Gajah Sena di Kota Makassar telah mencapai 95 persen. Progres tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi organisasi terus bergerak menuju penyelesaian di seluruh kecamatan.
Di sisi lain, Gajah Sena kembali menegaskan komitmennya untuk berjalan satu garis dengan PSI serta mendorong kemenangan kader-kader PSI pada Pemilu 2029.
Tidak hanya fokus pada urusan organisasi, konsolidasi juga menjadi sarana untuk merespons persoalan sosial. Keluhan warga mengenai distribusi bansos di tingkat kelurahan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan.
Karena itu, para kader didorong untuk terus bergerak aktif di tengah masyarakat melalui pendekatan langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door.
Dengan konsolidasi yang terus diperluas, Gajah Sena Makassar menargetkan penguatan basis organisasi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kontestasi politik pada 2029.











