ELINE.NEWS, MAKASSAR — Morula IVF Makassar memasuki tahun kesembilan kiprahnya di Kota Makassar. Selama perjalanan tersebut, pusat layanan fertilitas ini terus memperkuat akses Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) bagi masyarakat Indonesia Timur.
Mengusung semangat “Closer to Hope”, Morula IVF Makassar berupaya menghadirkan layanan fertilitas yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memberikan pendampingan sesuai kebutuhan setiap pasangan.
Morula IVF Makassar mulai beroperasi pada 2017 dan berlokasi di RSIA Sentosa Makassar. Kehadirannya kemudian berkembang sebagai salah satu pusat layanan fertilitas rujukan di kawasan Indonesia Timur.

Direktur Morula IVF Makassar, dr. Setiawan, SH., MARS, mengatakan momentum sembilan tahun menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Sembilan tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi merupakan perjalanan bersama pasien, keluarga, tenaga medis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Morula IVF Makassar. Melalui semangat Closer to Hope, kami ingin terus hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mewujudkan harapan memiliki buah hati,” ujar dr. Setiawan.
Dari sisi layanan, Morula IVF Makassar menyediakan Teknologi Reproduksi Berbantu secara terpadu. Layanan utamanya mencakup In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung serta Intrauterine Insemination (IUI) atau inseminasi intrauterin.
Selain itu, layanan tersebut didukung sejumlah teknologi dan pemeriksaan penunjang. Di antaranya Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI), Time-Lapse Incubator, serta pemeriksaan genetik embrio melalui Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dan Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Diseases (PGT-M).
Morula IVF Makassar juga menyediakan Endometrial Receptivity Analysis (ERA). Sementara itu, sejumlah layanan pendukung mencakup histeroskopi, konsultasi urologi dan andrologi, konsultasi psikologi, akupunktur, gizi, terapi adjuvan, ozon, serta Platelet-Rich Plasma (PRP) untuk endometrium dan ovarium sesuai indikasi medis.
Dengan layanan yang terintegrasi, pasien dapat memperoleh evaluasi dan pendampingan dalam satu ekosistem layanan fertilitas. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan.
Kepala Teknologi Reproduksi Berbantu sekaligus dokter spesialis obstetri dan ginekologi Morula IVF Makassar, DR. dr. Wahyuni Saddang, Sp.OG., M.Kes., Subsp.FER, menegaskan bahwa keberhasilan program fertilitas tidak hanya bergantung pada teknologi.
Menurutnya, evaluasi medis yang tepat dan pendekatan individual menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan terapi.
“Setiap pasangan memiliki kondisi dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, program fertilitas perlu diawali dengan evaluasi yang menyeluruh sehingga pilihan terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Teknologi merupakan bagian penting, tetapi tetap harus didukung oleh ketepatan indikasi, kompetensi tim medis, serta pendampingan yang baik,” jelasnya.
Dalam menjalankan pelayanan, Morula IVF Makassar diperkuat enam dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Mereka terdiri atas DR. dr. Wahyuni Saddang, Sp.OG., M.Kes., Subsp.FER, dr. Ermita Harun, Sp.OG., M.Kes., dr. Tiwi Palma Laurina, Sp.OG., M.Kes., dr. Witono Gunawan, Sp.OG., dr. Rezky Juliana Putri Ridwan Gani, Sp.OG., serta dr. A. Isa Sulfiana, Sp.OG., M.Kes.
Di sisi lain, kebutuhan terhadap layanan fertilitas, termasuk program IVF, terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan pilihan teknologi reproduksi berbantu.
Perkembangan tersebut sekaligus membuka peluang penguatan layanan fertilitas di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, kehadiran Morula IVF Makassar sejak 2017 menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang sebelumnya lebih banyak terkonsentrasi di sejumlah kota besar.
Sebelum menjalani program IVF, calon pasien dianjurkan menjalani evaluasi kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi rahim dan organ reproduksi serta analisis sperma pada pasangan pria.
Selain pemeriksaan medis, calon pasien juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat. Langkah tersebut mencakup konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan, menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi, serta berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan terapi, proses, potensi risiko, dan ekspektasi keberhasilan program.
Persiapan tersebut diharapkan membantu pasien mempersiapkan kondisi fisik sekaligus emosional sebelum menjalani program.
Memasuki perayaan sembilan tahun, Morula IVF Makassar turut menghadirkan rangkaian kegiatan yang mengangkat kisah perjuangan pasien. Kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kesehatan reproduksi serta sesi diskusi dan tanya jawab bersama para ahli fertilitas.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan pasien, Morula IVF Makassar juga menghadirkan sejumlah hadiah. Salah satunya grand prize berupa satu paket tindakan IVF bagi satu pasangan yang beruntung, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Morula IVF Makassar berlokasi di RSIA Sentosa Makassar, Jalan Jenderal Sudirman No. 52, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kehadirannya menjadi bagian dari langkah PT Morula Indonesia dalam memperluas jangkauan layanan fertilitas di Indonesia. Dengan semangat “Closer to Hope”, Morula IVF Makassar ingin terus menjadi bagian dari perjalanan pasangan yang memperjuangkan harapan memiliki buah hati.











