ELINE.NEWS,MAKASSAR — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) siap menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV pada 3–5 Agustus 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Mengusung momentum penguatan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global, forum ini difokuskan untuk mengakselerasi potensi investasi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur.
Rakerkonas kali ini secara khusus menghadirkan Business Investment Forum and Expo yang dirancang sebagai wadah business matching.
Agenda ini mempertemukan langsung para kepala daerah, duta besar negara sahabat, serta investor nasional dan internasional untuk menjajaki kerja sama di sektor strategis.
Mendorong Ekonomi Daerah Menembus Pasar Global
Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, mengungkapkan bahwa pemilihan Makassar sebagai lokasi pelaksanaan memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi peta perekonomian nasional.
Menurutnya, Makassar bukan sekadar tuan rumah, melainkan pintu gerbang utama rantai pasok dan logistik untuk seluruh wilayah Indonesia Timur.
”Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur memiliki keunggulan komparatif yang sangat besar di sektor pangan, perikanan, energi, hingga ekonomi maritim. Melalui Business Investment Forum ini, kami ingin menjembatani potensi daerah agar bisa langsung terhubung dengan investor dan perwakilan negara sahabat,” jelas Suhardi.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif para diplomat dari negara-negara mitra seperti Belanda, Singapura, Korea, hingga India diproyeksikan dapat membuka jalan bagi ekspor komoditas unggulan daerah serta menarik arus modal masuk (inflow investment).
Pihaknya memastikan kesiapan menyambut lebih dari 1.000 delegasi dari 36 provinsi dan 368 kabupaten/kota.
Solusi Konkret Bagi Tekanan Dunia Usaha
Di samping membuka peluang investasi, Rakerkonas ke-35 juga berfungsi sebagai ajang perumusan kebijakan untuk menjawab indikator pelemahan ekonomi nasional.
Data menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia sempat terkoreksi ke angka 46,9 pada Juni 2026, disertai tekanan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 14,29% dari PDB.
Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan kepastian usaha dan mencegah risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) masal.
APINDO mendorong percepatan perjanjian perdagangan internasional seperti IEU-CEPA dan ICA-CEPA serta penguatan sektor UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja nasional.
Forum yang dihadiri jajaran menteri kabinet, tokoh nasional Jusuf Kalla, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta jajaran pimpinan organisasi dunia usaha ini nantinya akan merumuskan rekomendasi kebijakan ekonomi konkret yang disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.











