Edukasi

Tiga Bersaudara, Satu Mimpi: Ketika Keputusan Pindah ke RHIS Mengubah Perjalanan Belajar Mereka

×

Tiga Bersaudara, Satu Mimpi: Ketika Keputusan Pindah ke RHIS Mengubah Perjalanan Belajar Mereka

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,MAKASSAR – Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat anak-anaknya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi pasangan Udin Halaking dan Ulfa Irmawati Saleh, kebahagiaan itu hadir ketika melihat tiga putri mereka berkembang bersama Al-Qur’an sekaligus menunjukkan prestasi di bangku sekolah.

BACA JUGA: Ketika Prestasi dan Al-Qur’an Berjalan Beriringan, Kisah Muhammad Farid Hidayat Menjadi Kebanggaan Orang Tuanya

BACA JUGA: Di Balik Senyum Habibie, Ada Perjuangan Seorang Ibu Tunggal yang Menitipkan Masa Depan Anaknya kepada Al-Qur’an

Keputusan memindahkan anak-anak mereka ke Ranu Harapan Islamic School (RHIS) sempat diiringi rasa khawatir. Dua dari ketiga putri mereka bukanlah siswa yang sejak awal menempuh pendidikan di RHIS.

Mereka datang sebagai siswa pindahan dari SD Inpres dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk program tahfidz yang telah lebih dahulu dijalani teman-temannya.

Namun, perjalanan yang awalnya penuh keraguan justru berubah menjadi cerita yang membanggakan.

Putri sulung mereka, Fakhira Zahrany Amalia H, kini duduk di kelas IX dengan hafalan 3 juz Al-Qur’an. Putri kedua, Faeeza Aisiyiyah Arba’aini H, siswi kelas VI, telah menghafal 2 juz, sedangkan si bungsu, Farah Syaqila Qurrata’ayyun H, yang masih kelas V, berhasil menyelesaikan hafalan 1 juz Al-Qur’an.

Bagi Udin Halaking, perkembangan ketiga putrinya menjadi bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai pendidikan berbasis Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, perkembangan ketiga anak saya sangat baik, baik dari pendidikan formal maupun agamanya. Yang membuat saya semakin bersyukur, dua anak saya yang merupakan siswa pindahan mampu mengejar bahkan mendahului beberapa temannya yang sejak kelas satu sudah belajar di RHIS. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami sebagai orang tua,” ujarnya.

Menurut Udin, keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari bertambahnya hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dari meningkatnya rasa percaya diri anak-anak dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah.

Kebanggaan itu semakin bertambah ketika Fakhira dan Faeeza dipercaya mewakili RHIS dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Walaupun belum berhasil menjadi juara, bagi kami itu sudah menjadi prestasi yang luar biasa. Sekolah telah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang dan berani bersaing. Kami sangat bangga melihat proses mereka,” katanya.

Sementara itu, sang ibu, Ulfa Irmawati Saleh, mengaku perjalanan mendampingi ketiga putrinya bukan tanpa tantangan. Sebagai ibu, ia berusaha memastikan anak-anak tetap memiliki semangat belajar, baik untuk pelajaran sekolah maupun hafalan Al-Qur’an.

“Setiap anak memiliki kemampuan dan proses belajar yang berbeda. Tugas kami bukan membandingkan mereka, tetapi terus memberikan semangat, mendampingi, dan mendoakan agar mereka tidak mudah menyerah,” tutur Ulfa.

Ia mengaku bersyukur melihat perubahan positif yang terjadi pada ketiga putrinya sejak menjadi bagian dari keluarga besar RHIS. Menurutnya, sekolah tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.

“Yang membuat saya bahagia bukan hanya karena hafalan mereka bertambah. Saya melihat mereka menjadi lebih mandiri, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab. Itu yang paling terasa sebagai seorang ibu,” ungkapnya.

Ulfa berharap ketiga putrinya kelak tumbuh menjadi perempuan yang tidak hanya cerdas dalam pendidikan formal, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Saya berharap mereka menjadi anak-anak yang sukses, membanggakan keluarga, dan tetap menjaga hafalan serta akhlaknya di mana pun mereka berada,” katanya.

Bagi keluarga Udin Halaking dan Ulfa Irmawati Saleh, keputusan mempercayakan pendidikan anak-anak di RHIS menjadi salah satu investasi terbaik yang mereka lakukan.

Sebab, mereka percaya bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa kuat nilai-nilai agama tertanam dalam dirinya.

Perjalanan tiga bersaudara ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan keluarga, bimbingan guru, dan lingkungan pendidikan yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi Qurani yang unggul, meski memulai langkah dari titik yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *