Edukasi

Perjalanan Menuju Juz 28, Ketika Dukungan Orang Tua dan Guru Menjadi Energi bagi Seorang Penghafal Al-Qur’an

×

Perjalanan Menuju Juz 28, Ketika Dukungan Orang Tua dan Guru Menjadi Energi bagi Seorang Penghafal Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

ELINE. NEWS, MAKASSAR – Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang kemampuan mengingat ayat demi ayat. Lebih dari itu, dibutuhkan semangat yang terus dipupuk, lingkungan yang mendukung, serta kehadiran orang-orang yang tidak pernah berhenti memberi motivasi ketika rasa lelah datang menghampiri.

Hal itulah yang dirasakan Jasmin Zaafarani Arwin, siswi Ranu Harapan Islamic School (RHIS), yang kini tengah menapaki perjalanan menuju hafalan 28 juz Al-Qur’an. Di balik pencapaian tersebut, ada peran besar keluarga dan para guru yang senantiasa membersamainya dalam setiap proses.

Sang ibu, Rahmawati, mengatakan perjalanan putrinya menghafal Al-Qur’an tidak selalu berjalan mulus. Ada masa-masa ketika Jasmin harus berjuang membagi waktu antara pelajaran sekolah, murojaah, dan aktivitas sebagai remaja. Namun, semangat itu terus terjaga berkat dukungan yang tidak pernah putus dari rumah maupun sekolah.

“Sebagai orang tua, kami terus memberikan dukungan dan motivasi kepada ananda agar tetap semangat menghafal Al-Qur’an. Alhamdulillah, para guru di RHIS juga sangat membantu mendampingi dan membimbing Jasmin selama proses belajarnya,” ujarnya.

Menurut Rahmawati, keberhasilan seorang anak dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi yang baik antara keluarga dan sekolah. Ketika keduanya memiliki visi yang sama, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang positif, nyaman, dan penuh motivasi untuk terus berkembang.

Ia mengaku bersyukur telah mempercayakan pendidikan putrinya di Ranu Harapan Islamic School. Baginya, RHIS tidak hanya berhasil membangun kecintaan anak terhadap Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter serta meningkatkan kemampuan akademiknya.

“Saya sangat bersyukur Jasmin bersekolah di RHIS. Selain akhlaknya semakin baik, dalam bidang studi juga lebih unggul. Itu yang membuat kami sebagai orang tua merasa yakin bahwa pendidikan di RHIS mampu menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Rahmawati menilai keseimbangan tersebut menjadi keunggulan yang dimiliki RHIS. Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, anak-anak tidak hanya membutuhkan prestasi akademik, tetapi juga fondasi akhlak yang kuat agar mampu menghadapi kehidupan dengan nilai-nilai Islam sebagai pedoman.

Baginya, capaian menuju hafalan 28 juz bukanlah garis akhir. Justru itu menjadi awal perjalanan panjang bagi Jasmin untuk terus menjaga hafalan, memahami makna Al-Qur’an, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap RHIS terus mempertahankan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, sehingga semakin banyak anak yang tumbuh menjadi generasi Qurani yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia.

Di balik setiap juz yang berhasil dihafalkan Jasmin, tersimpan cerita tentang doa orang tua yang tak pernah putus, kesabaran guru dalam membimbing, serta lingkungan sekolah yang menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar pelajaran, melainkan bagian dari pembentukan karakter. Itulah yang membuat perjalanan menghafal menjadi lebih bermakna, bukan hanya sebagai prestasi, tetapi sebagai bekal kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *