ELINE.NEWS, SINJAI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menggelar edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir sebagai sektor strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Peserta kegiatan yang didominasi ibu rumah tangga keluarga nelayan mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya membangun budaya menabung, hingga perencanaan keuangan untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca juga: OJK Sita Aset dan Lanjutkan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana PT Prolife Indonesia
Selain itu, OJK juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal. Peserta diedukasi untuk mengenali ciri-ciri investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital agar terhindar dari risiko kerugian finansial.
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya sebatas memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan.
Dalam rangka memperluas inklusi keuangan, OJK turut memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan melalui Lembaga Jasa Keuangan, termasuk keberadaan Agen Laku Pandai yang menjadi perpanjangan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, dan berbagai layanan keuangan lainnya dengan lebih mudah, aman, serta terjangkau.
Di Kabupaten Sinjai, layanan Agen Laku Pandai terus berkembang dengan total 1.403 agen yang terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 BNI. Jaringan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk bagi masyarakat pesisir dan pedesaan.
Pelaksanaan edukasi mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Tongke-Tongke. Materi yang disampaikan dinilai sesuai dengan kebutuhan keluarga nelayan dalam mengelola keuangan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menggunakan produk jasa keuangan yang legal serta mewaspadai berbagai bentuk penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap keluarga nelayan semakin bijak dalam mengelola keuangan, memanfaatkan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Ke depan, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan. Komitmen tersebut diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta memanfaatkan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.











