ELINE.NEWS, MAKASSAR — Demam pergelaran turnamen sepak bola terbesar jagat raya, Piala Dunia 2026, kini resmi melanda masyarakat global, tidak terkecuali di Kota Makassar.
Namun, di tengah gemuruh euforia tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bergerak cepat mengeluarkan peringatan keras dan berbobot yang ditujukan langsung kepada internal birokrasi Pemerintah Kota Makassar.
Orang nomor satu di Makassar ini menegaskan bahwa turnamen akbar sepak bola tersebut sama sekali tidak boleh menjadi alasan bagi runtuhnya produktivitas dan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melayani masyarakat.
Komitmen Perjanjian Kerja Adalah Harga Mutlak
Wali Kota Munafri Arifuddin mengingatkan secara tajam bahwa setiap abdi negara terikat oleh kontrak dan sumpah jabatan yang jelas.
Hak-hak yang diterima oleh para ASN setiap bulannya bersumber dari kewajiban yang harus mereka tunaikan secara penuh di atas meja kerja.
”ASN itu punya akad dan memiliki perjanjian kerja yang jelas. Mulai dari datang kantor hingga pulang kantor harus tepat waktu, karena dari situlah mereka mendapatkan haknya,” tegas Wali Kota Makassar.
Baca juga : Jejak Pengabdian 37 Tahun Berakhir: Pemkot Makassar Lepas Andi Muhammad Yasir dengan Penghormatan Terakhir
Oleh karena itu, pihak eksekutif menekankan bahwa jadwal pertandingan Piala Dunia yang kerap berbenturan dengan waktu aktivitas kerja di Indonesia tidak boleh dijadikan pembenaran untuk mengendorkan kinerja pelayanan publik.
Saran Solutif: Tonton Tayangan Ulang, Bukan Mangkir Kerja
Memahami besarnya magnet sepak bola bagi warga Kota Daeng termasuk para pegawai pemerintahan Wali Kota Munafri memberikan imbauan yang solutif namun tetap tegas.
Baca juga : Pemkot Makassar dan Kemenhub Percepat Revitalisasi Terminal Daya, Target Jadi Simpul Transportasi Modern
Pihaknya meminta para ASN yang ingin mengikuti perkembangan turnamen untuk memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa harus mengorbankan jam operasional kantor.
Daripada mencari celah untuk mangkir atau membolos dari tanggung jawab dinas, para ASN disarankan untuk menyaksikan ringkasan pertandingan di luar jam kerja.
”Menonton tayangan ulang atau melihat cuplikan (highlights) pertandingan setelah jam kantor jauh lebih disarankan dan bijak, daripada harus mangkir dari kewajiban pekerjaan,” urai Munafri secara lugas.
Larangan Keras Nongkrong di Warkop Selama Jam Dinas
Salah satu poin paling krusial dalam instruksi Wali Kota Makassar ini adalah sorotan tajam terhadap fenomena “mobilitas negatif” pegawai di saat turnamen berlangsung. Munafri melarang keras adanya aktivitas ASN yang kedapatan meninggalkan ruang kerja demi berkumpul di warung kopi (warkop) pada jam-jam krusial pelayanan.
Selain mencederai etika kerja, aktivitas berkerumun di ruang publik untuk sekadar berdebat atau membahas pertandingan dinilai memicu potensi gesekan yang tidak perlu.
”ASN diingatkan dengan sangat untuk tidak nongkrong di warung kopi pada jam kerja. Selain melanggar disiplin, aktivitas tersebut kerap memicu kerumunan hingga perdebatan atau keributan yang sama sekali tidak berdasar,” pungkas Wali Kota.
Melalui peringatan yang berbobot ini, Pemkot Makassar mengirimkan sinyalemen tegas: roda pemerintahan dan pelayanan bagi warga Makassar harus tetap berjalan optimal di atas relnya, tanpa boleh goyah sedikit pun oleh gegap gempita Piala Dunia 2026.











