ELINE.NEWS,MAKASSAR — Nama Drs. Andi Muhammad Yasir, M.Si bukanlah sosok asing dalam perjalanan birokrasi Kota Makassar. Kariernya yang dimulai sebagai CPNS pada 1 Maret 1989 menjelma menjadi kisah panjang pengabdian yang melintasi berbagai posisi strategis.
Lahir di Kendari, 10 Mei 1966, Yasir dikenal sebagai birokrat yang tumbuh dari bawah. Ia pernah memimpin tiga kecamatan berbeda—Biringkanaya, Mamajang, dan Rappocini—yang membentuk karakter kepemimpinannya sebagai administrator lapangan yang memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Baca Juga : Jejak Pengabdian Andi Muhammad Yasir,Asisten I Pemkot Makassar
Kariernya terus menanjak dengan dipercaya memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah. Mulai dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, hingga Kepala Dinas Perdagangan. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Pejabat Sekretaris Daerah, posisi yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kapasitas manajerialnya.
Tak hanya itu, Yasir juga beberapa kali dipercaya menjadi pelaksana tugas di berbagai instansi strategis seperti Satpol PP, Dinas Perpustakaan, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga. Fleksibilitas kepemimpinannya menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat dalam berbagai sektor pelayanan publik.
Sejak 2021, Andi Muhammad Yasir mengemban amanah sebagai Asisten I Setda Kota Makassar yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat—posisi yang menuntut koordinasi lintas perangkat daerah sekaligus menjadi simpul kebijakan strategis.
Alumni S2 Universitas Gadjah Mada ini mencapai pangkat Pembina Utama Madya (IV/d) dan menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasinya.
Di mata rekan kerja, Yasir dikenal sebagai pemimpin yang komunikatif, sederhana, dan solutif. Ia bukan hanya administrator, tetapi juga mentor bagi banyak ASN muda.
Warisan terbesarnya bukan sekadar jabatan yang pernah diemban, melainkan kultur kerja yang menekankan integritas, koordinasi, dan pelayanan publik yang humanis.











