Politik

Rakerda PIKI Sulsel: Sinergi Inteligensia Kristen dan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

×

Rakerda PIKI Sulsel: Sinergi Inteligensia Kristen dan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,MAKASSAR — Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Membangun Masa Depan dengan Penuh Harapan yang Kokoh” di Claro Hotel Makassar, Sabtu (7/2/2026). Tema tersebut ditegaskan sebagai komitmen memperkuat peran dan kontribusi kaum inteligensia Kristen dalam mendorong pembangunan Sulawesi Selatan yang berkarakter dan berkeadilan.

Rakerda ini menjadi momentum strategis bagi PIKI Sulsel untuk merumuskan arah gerak organisasi lima tahun ke depan, sekaligus mempertegas posisi sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah daerah.

Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Staf Ahli Gubernur Dr. Since Erna Lamba menyampaikan harapan agar PIKI mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan sosial yang berbasis karakter.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada PIKI. Kami berharap PIKI dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai sosial yang berkarakter demi Sulawesi Selatan yang semakin maju,” ujarnya.

Ketua PIKI Sulsel, Boas Singkali, menegaskan bahwa PIKI adalah wadah berhimpunnya kaum inteligensia Kristen yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk memberi dampak nyata bagi bangsa dan daerah.

“PIKI adalah rumah besar bagi kaum intelektual yang terpanggil untuk berkontribusi. Kami ingin kehadiran PIKI benar-benar berdampak bagi pembangunan, khususnya di Sulawesi Selatan,” tegas Boas.Dalam Rakerda tersebut, PIKI Sulsel menetapkan tiga fokus utama. Pertama, mempersiapkan pengurus agar mampu berkontribusi menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, merumuskan program-program strategis untuk membantu pemerintah daerah dalam mengkaji dan mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ketiga, menyusun langkah-langkah konkret dan kontekstual dari setiap hasil kajian agar dapat ditindaklanjuti secara efektif oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PIKI, dr. Audy W.M.R. Wuisang, mengingatkan bahwa sejak awal PIKI lahir sebagai gerakan intelektual. Ia menyebut PIKI dibentuk oleh dua kekuatan besar, yakni Pengurus Pusat GMKI serta Universitas Kristen Indonesia yang difasilitasi oleh Persatuan Kristen Indonesia.

“Sejak awal PIKI adalah gerakan intelektual. Karena itu, kader-kadernya memiliki legitimasi moral dan intelektual untuk mengambil posisi strategis dalam pembangunan bangsa,” jelas Audy.

Ia menambahkan, PIKI memiliki karakter berbeda dari organisasi kemasyarakatan Kristen lainnya karena mengusung basis inteligensia. Dengan pendekatan intelektual, PIKI diyakini mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan, termasuk isu-isu sosial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Ke depan, PIKI juga berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi guna mendorong lahirnya kajian akademik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa agenda Kongres PIKI mendatang direncanakan akan dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dukungan terhadap pelaksanaan Rakerda turut disampaikan Ketua Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Provinsi Sulawesi Selatan, Bernadette Tongli. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan PIKI sebagai wadah pemersatu para cendekiawan Kristen dalam membangun bangsa.

“Ketika para intelektual bersatu dan bergerak bersama, kontribusi bagi kemajuan bangsa akan semakin nyata,” ujarnya.

Rakerda PIKI Sulsel 2026 ini menjadi penegasan bahwa peran kaum inteligensia tidak berhenti pada wacana, tetapi harus terwujud dalam program strategis dan langkah konkret. Dengan semangat Ad Caritas et Veritas — demi kasih dan kebenaran — PIKI Sulsel meneguhkan komitmennya untuk ikut menjaga arah pembangunan daerah agar tetap berkeadilan, berkarakter, dan berorientasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *