Pemkot Makassar

Macawa Fest Jadi Panggung Ekspresi, Wali Kota Makassar Tegaskan Dukungan untuk Industri Kreatif

×

Macawa Fest Jadi Panggung Ekspresi, Wali Kota Makassar Tegaskan Dukungan untuk Industri Kreatif

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, MAKASSAR — Festival stand up comedy Macawa Fest menjelma lebih dari sekadar hiburan.

Di tengah geliat industri kreatif yang terus tumbuh, ajang ini menjadi simbol kuat ruang ekspresi anak muda di Indonesia Timur.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri acara di Gedung Balai Prajurit M. Yusuf, Sabtu malam (11/4/2026).

Baca juga :Pemkot Makassar dan Kemenhub Percepat Revitalisasi Terminal Daya, Target Jadi Simpul Transportasi Modern

Kehadiran Munafri bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, langsung menyedot perhatian ratusan penonton yang memadati lokasi.

Festival yang digelar selama dua hari ini menghadirkan komika lokal hingga komunitas stand up comedy yang menjadi tulang punggung ekosistem kreatif di Makassar.

Dalam pandangannya, Macawa Fest bukan sekadar panggung hiburan, tetapi ruang artikulasi gagasan generasi muda yang disampaikan lewat pendekatan komedi.

Ia menilai, stand up comedy kini telah berkembang menjadi medium kritik sosial yang cerdas sekaligus menghibur.

“Ini bukan hanya soal lucu atau tidak. Di atas panggung ini, anak muda menyampaikan realitas dengan cara yang jujur dan berani. Ruang seperti ini penting dan harus terus dijaga,” ujar Munafri.

Ia juga menyebut Makassar memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri kreatif di kawasan timur Indonesia.

Dukungan pemerintah, menurutnya, tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga keterlibatan langsung dalam kegiatan komunitas.

Suasana semakin cair ketika Munafri berbagi cerita ringan tentang bagaimana humor berkembang di eranya mulai dari membaca buku humor hingga mendengarkan kaset lawak.

Cerita tersebut disambut tawa hangat penonton, memperlihatkan kedekatannya dengan audiens.

Bahkan, dalam gaya khasnya, ia sempat melontarkan candaan yang langsung memancing respons riuh. “Percuma ganteng kalau tidak lucu,” ucapnya, disambut gelak tawa yang memenuhi ruangan.

Menariknya, kehadiran orang nomor satu di Makassar itu tidak terasa kaku.

Dengan busana kasual, ia tampak menikmati setiap penampilan komika, bahkan beberapa kali menjadi “sasaran” materi roasting di atas panggung yang justru dibalasnya dengan tawa santai.

Momentum ini memperlihatkan satu hal penting: pemerintah mulai mengambil peran lebih dekat dalam mendukung ekosistem kreatif, tidak lagi berjarak.

Macawa Fest pun menjadi bukti bahwa komedi bisa menjadi pintu masuk bagi dialog sosial, sekaligus penggerak ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *