Nasional

Krisis BBM dan Ancaman Perang Global Menguat, Presiden Prabowo: Fokus Swasembada Pangan dan Energi

×

Krisis BBM dan Ancaman Perang Global Menguat, Presiden Prabowo: Fokus Swasembada Pangan dan Energi

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, JAKARTA – Ancaman konflik global yang kian meningkat turut memicu tekanan serius pada sektor energi dunia, termasuk krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara. Situasi ini mendorong banyak negara memperkuat strategi ketahanan nasional, termasuk Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya menyikapi kondisi global terkini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memilih fokus pada langkah konkret dibanding proyek besar yang tidak berdampak langsung bagi rakyat.

Baca juga : Krisis BBM Guncang Filipina

“Tidak ada proyek mercusuar. Fokus kita hanya dua: swasembada pangan dan swasembada energi,” tegas Presiden Prabowo.

Ia menilai, di tengah ketidakpastian global akibat konflik dan krisis energi, kemandirian menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, hasil dari kebijakan tersebut mulai terlihat di lapangan.

Presiden mengungkapkan bahwa ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis dalam kondisi aman. “Beras, ikan, ayam, telur, minyak goreng aman. Bahkan bawang merah kita sudah bisa tembus ekspor,” ujarnya.

Di sektor energi, pemerintah mendorong pemanfaatan sumber daya domestik sebagai pengganti ketergantungan impor. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan BBM jenis solar berbasis kelapa sawit sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian energi nasional.

“Solar dari sawit untuk Indonesia. Kita harus mandiri energi,” kata Prabowo menegaskan.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui pengembangan energi baru terbarukan. Presiden menyebut target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada listrik nasional.

Selain energi surya, pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari strategi energi berkelanjutan. Pemerintah menargetkan pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi sumber energi listrik.

“Kita ubah sampah jadi listrik. Semua harus produktif,” ujarnya.

Sementara itu, data global dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan peningkatan signifikan belanja militer dunia yang menandakan meningkatnya tensi geopolitik. Di sisi lain, gangguan distribusi energi akibat konflik turut memicu krisis BBM di berbagai negara.

Pengamat menilai langkah Indonesia yang berfokus pada swasembada pangan dan energi merupakan strategi defensif yang relevan di tengah ketidakpastian global. Ketahanan domestik dinilai menjadi benteng utama menghadapi dampak konflik internasional.

Di tingkat kebijakan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa stabilitas nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh ketahanan sumber daya strategis seperti pangan dan energi.

Dengan meningkatnya risiko konflik global dan krisis energi, arah kebijakan Indonesia kini semakin jelas: memperkuat fondasi dalam negeri untuk menghadapi tekanan eksternal.

Dalam konteks ini, pernyataan Presiden Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memilih jalur realistis—bukan sekadar ambisi besar, melainkan memastikan kebutuhan dasar rakyat tetap terjamin di tengah dunia yang kian tidak pasti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *