News

Kehadiran Pengemis Jelang Lebaran 2026 Kian Marak di BTP, Warga Minta Penertiban

×

Kehadiran Pengemis Jelang Lebaran 2026 Kian Marak di BTP, Warga Minta Penertiban

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS, MAKASSAR — Pengemis di Kota Makassar terlihat meningkat signifikan menjelang Lebaran 2026. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), di mana aktivitas mengemis terlihat semakin marak di sepanjang jalan utama.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pengemis tampak duduk dan beraktivitas di bahu jalan, bahkan mendekati kendaraan yang melintas untuk meminta uang.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya di tengah arus lalu lintas yang cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah pengemis yang membawa anak-anak saat beraktivitas. Fenomena ini memunculkan dugaan adanya praktik eksploitasi anak, yang tentu menjadi persoalan serius dan membutuhkan perhatian khusus dari pihak berwenang.

Sejumlah warga sekitar mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Mereka khawatir keberadaan pengemis di badan jalan dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kami sebenarnya merasa kasihan, tetapi di sisi lain juga khawatir. Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti tertabrak kendaraan karena posisi mereka sangat dekat dengan jalan,” ujar Rifki, salah seorang warga BTP, Selasa (17/3/2026).

Warga berharap pemerintah, khususnya Dinas Sosial Kota Makassar, segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan para pengemis yang semakin banyak bermunculan menjelang hari raya. Penanganan yang dilakukan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menyentuh akar permasalahan sosial yang ada.

Pemerintah daerah dinilai perlu menghadirkan solusi komprehensif, termasuk pembinaan dan pemberdayaan bagi para pengemis, agar fenomena serupa tidak terus berulang setiap menjelang momen besar keagamaan.

Penertiban yang terukur dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga ketertiban kota sekaligus melindungi kelompok rentan dari risiko yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *