ELINE.NEWS, MAKASSAR — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak dini hari, Selasa, memicu banjir dan genangan di sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan utama.
Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat dengan mengerahkan personel tanggap darurat untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan di lapangan.
Baca Juga : Himbauan Wali Kota Makassar Terkait Cuaca Ekstrem
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kota mulai dari kepala SKPD, camat, lurah hingga RT/RW meningkatkan kewaspadaan serta melakukan mitigasi dini menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Menindaklanjuti arahan tersebut, BPBD Kota Makassar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta asesmen cepat.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan posko siaga telah didirikan di beberapa titik rawan banjir.
“Personel TRC kami sebar ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga yang membutuhkan bantuan, asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Selain itu, perahu karet dan perlengkapan keselamatan disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air. BPBD juga memperkuat koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait agar penanganan berjalan terpadu.
Genangan Capai Satu Meter
Berdasarkan laporan posko BPBD pada pukul 06.10–07.00 WITA, sejumlah wilayah terpantau mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi.
Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang: sekitar 100 cm, menggenangi permukiman warga.
Kompleks Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya: 0–30 cm, akses kendaraan sempat terhambat.
Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala: 0–20 cm, masih dapat dilalui kendaraan.
Kelurahan Kapasa RW 6: sekitar 30 cm.
Terowongan Rappokalling: sekitar 40 cm dan dalam pengawasan ketat petugas.
Meski kondisi secara umum dinyatakan terkendali, masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari jalur dengan genangan tinggi serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.
Satgas Drainase Turun Bersihkan Sumbatan
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar langsung menurunkan Satuan Tugas Drainase untuk menangani genangan di Jalan Rappokalling Raya, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo.
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan genangan terjadi akibat saluran air tersumbat sampah yang terbawa arus hujan deras.
“Dua kelompok satgas kami turunkan untuk pembersihan dan normalisasi saluran. Setelah dilakukan penanganan, air mulai berangsur surut,” katanya.
Pihaknya memastikan pemantauan tetap dilakukan hingga aliran air kembali normal.
Respons Cepat Lindungi Warga
Langkah cepat lintas OPD ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
“Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam setiap kondisi kebencanaan untuk melindungi masyarakat,” tutup Fadli.











