ELINE.NEWS,Makassar — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan terus menunjukkan optimisme di tengah tekanan yang masih dirasakan industri perhotelan dan restoran. Salah satunya melalui penyelenggaraan HORE (Hotel dan Restoran) Expo 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PHRI Sulsel.
Rakerda II PHRI Sulsel dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 26 Januari 2026, dengan sejumlah agenda strategis yang bertujuan mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Salah satu agenda utama adalah HORE Expo 2026 yang melibatkan 36 tenant, terdiri dari 18 UMKM dan 18 pelaku usaha hotel dan restoran, serta berbagai kompetisi dan kegiatan interaktif.
Ketua Panitia Rakerda II PHRI Sulsel, Yuni Wardiyanti, mengatakan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antar pelaku usaha, UMKM, dan pemangku kepentingan.
“Rakerda ini kami laksanakan selama tiga hari dengan beragam rangkaian kegiatan. Selain expo yang melibatkan tenant UMKM dan HORE, juga ada kompetisi serta kegiatan penutup berupa Fun Run PHRI sebagai kampanye hidup sehat dan ajang mempererat kebersamaan insan pariwisata,” ujar Yuni.
Ketua PHRI BPD Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengakui bahwa kondisi industri perhotelan saat ini masih berada dalam fase sulit. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaku usaha tetap berupaya berinovasi agar sektor tersebut terus bergerak.
“Walaupun kondisi perhotelan saat ini sangat menyedihkan, PHRI tidak berhenti berinovasi. Kami terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan mampu meningkatkan gairah perekonomian, khususnya di Makassar dan Sulawesi Selatan,” kata Anggiat.
Menurutnya, pelibatan puluhan tenant dalam HORE Expo 2026 merupakan langkah konkret untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui transaksi dan kolaborasi antarpelaku usaha.
“Kami melibatkan 18 tenant UMKM dan 18 tenant HORE agar terjadi perputaran ekonomi yang nyata. Harapannya, sektor ini bisa kembali bergairah secara bertahap,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Makassar. Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra, mengapresiasi langkah PHRI Sulsel yang dinilai agresif dalam mendorong kebangkitan sektor pariwisata sejak awal tahun 2026.
“Kami bersyukur di awal tahun 2026 ini PHRI sudah gas pol. Kegiatan seperti ini menjadi ruang perputaran ekonomi yang sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus mendukung berbagai strategi PHRI, termasuk melalui penguatan branding Makassar sebagai kota gastronomi serta pengembangan Super Apps Lontara+ sebagai sistem keterbukaan informasi publik.
“Setelah beberapa tahun promosi ke mancanegara sempat vakum, tahun ini akan kami mulai kembali. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama meningkatkan pariwisata Kota Makassar,” tutup Ahmad Hendra.
Melalui HORE Expo 2026 dan Rakerda II PHRI Sulsel, diharapkan tumbuh optimisme baru bagi industri hotel dan restoran sekaligus memperkuat sinergi antara pelaku usaha, UMKM, dan pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan.












