ELINE.NEWS, MAKASSAR – Harga emas batangan di pasar domestik pada perdagangan Sabtu, 4 April 2026 masih bergerak fluktuatif, menyusul tekanan pasar global yang memicu koreksi dari level di atas Rp3 juta per gram dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan rangkuman data dari pasar logam mulia dan jaringan Pegadaian, harga emas saat ini berada di kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3,1 juta per gram, dengan pergerakan yang cenderung stabil namun masih dibayangi volatilitas.
Harga Emas Batangan dan Produk Pegadaian
Di pasar domestik, harga emas berbagai produk menunjukkan variasi sebagai berikut:
Emas Antam: Rp2,85 juta – Rp3,05 juta per gram
UBS: Rp2,93 juta – Rp3,19 juta per gram
Galeri24: Rp3,00 juta – Rp3,17 juta per gram
Sementara itu, harga buyback (jual kembali) berada di kisaran Rp2,75 juta hingga Rp2,90 juta per gram, mengikuti pergerakan harga global.
Harga Emas Perhiasan Ikut Terkoreksi
Untuk emas perhiasan, harga juga mengalami penyesuaian meskipun relatif lebih tinggi karena dipengaruhi ongkos produksi dan margin penjual:
24 karat: Rp2,7 juta – Rp3,2 juta per gram
22 karat: Rp2,2 juta – Rp2,8 juta per gram
18 karat: Rp1,6 juta – Rp2,0 juta per gram
Harga dapat berbeda tergantung desain, lokasi toko, dan biaya pembuatan.
Tekanan Global Masih Dominan
Pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi sejumlah faktor global, antara lain:
Penguatan dolar Amerika Serikat
Ekspektasi kenaikan suku bunga
Aksi ambil untung (profit taking) investor
Kombinasi faktor tersebut membuat harga emas mengalami koreksi setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi di awal tahun.
Analisis Pengamat: Waktu Beli Ditentukan Kemampuan, Bukan Harga
Ketua PIKI Sulawesi Selatan yang juga pengamat ekonomi, Boas Singkali, menilai bahwa momentum membeli emas tidak semata ditentukan oleh harga, melainkan oleh kesiapan finansial masing-masing individu.
“Beli emas itu saat ada uang. Biar harga Rp3 juta kalau ada uang pasti bisa dibeli. Tapi walaupun harga turun, kalau tidak ada uang tetap tidak bisa terbeli,” ujar Boas.
Ia menegaskan bahwa emas sebaiknya dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang, bukan sekadar mengikuti fluktuasi harga jangka pendek.
“Emas itu investasi jangka panjang. Orang yang punya emas berarti punya aset. Nilainya tidak akan hilang, bahkan cenderung naik dalam jangka waktu tertentu,” tambahnya.
Boas juga mengatakan kenaikan harga emas di pasar global berawal dari pecahnya perang antara AS dan Iran.
Negara-negara lain sangat khawatir akan terjadinya eskalasi yg meluas Perang Dunia ketiga menyebabkan setiap negara memborong emas untuk dijadikan cadangan devisa. Hal ini yg membuat harga emas naik.
Peluang di Tengah Fluktuasi
Sejumlah analis menilai bahwa fase koreksi saat ini dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek harga masih berpotensi bergerak fluktuatif.
Level Rp2,9 juta per gram dinilai sebagai area penopang (support), sementara Rp3,1 juta menjadi batas psikologis yang perlu ditembus untuk melanjutkan tren kenaikan.
Harga emas pada 4 April 2026 masih berada dalam fase konsolidasi di tengah tekanan global. Meski mengalami koreksi, emas tetap menjadi instrumen investasi yang relatif aman.
Bagi investor, keputusan membeli emas lebih ditentukan oleh kesiapan dana dan tujuan investasi jangka panjang, bukan semata-mata pergerakan harga harian.











