ELINE.NEWS, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan dan kecakapan digital generasi muda melalui penyelenggaraan OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 bertema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk meningkatkan literasi keuangan dan kecakapan digital generasi muda, sekaligus mendukung momentum Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan OJK Digiclass 2026 yang diselenggarakan di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Jakarta, Selasa diikuti sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat. Program ini dikemas dalam bentuk kelas literasi keuangan dan digital kreatif yang interaktif untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif, sekaligus mendorong mereka mengembangkan potensi serta mewujudkan mimpi menjadi peluang nyata.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menciptakan peluang ekonomi. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan pemahaman terhadap berbagai risiko di ruang digital.
“Ini adalah juga bentuk pelindungan OJK pada masyarakat. Memberikan edukasi, literasi. Supaya adik-adik tidak terkena scam penipuan. Ini banyak sekali korban scam ke anak-anak muda,” kata Friderica.
Menurutnya, kegiatan OJK Digiclass di Sekolah Rakyat ini sekaligus mendukung program Pemerintah dalam mendidik para pelajar tidak hanya pandai dalam pelajaran di sekolah tetapi juga memahami pengetahuan keuangan yang penting untuk masa depan.
“Jadi kelas ini spesial. Tidak cuma belajar tentang keuangan. Tapi mengajarkan juga bagaimana kalian paham digital literacy dan financial literacy. Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi suatu pengetahuan yang sangat dahsyat. Pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat untuk masa depan kalian,” kata Friderica.
Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Pusat Handoko Agung Saputro menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dan kecakapan literasi digital untuk membuka kesempatan yang setara bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Handoko juga memberikan apresiasi atas kegiatan OJK Digiclass di Sekolah Rakyat yang mendukung upaya Pemerintah dalam memberikan pendidikan yang layak kepada rakyatnya.
“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK yang ternyata sangat concern bukan saja dalam hal bidang ekonomi nasional tetapi untuk mendukung dan melaksanakan visi misi Presiden dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa lewat Sekolah Rakyat,” katanya.
Sedangkan Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya dalam kesempatan itu berpesan kepada para murid Sekolah Rakyat untuk mencermati dan menggunakan secara kritis kemajuan informasi digital saat ini termasuk dalam menggunakan Artificial Intelligence (AI).
“Tapi adik-adik yang saya kasihi, Artificial Intelligence itu hanya alat bantu, bukan pengganti otak kita, bukan pengganti nurani kita, bukan pengganti insting kita sebagai manusia seutuhnya,” katanya.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan pada kelompok tersebut telah mencapai 92,76 persen.
Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memahami serta memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, pelajar Sekolah Rakyat yang hadir dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan sebagai upaya untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui peran aktif generasi muda. Peran ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi keuangan yang lebih baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Keterbukaan Informasi dan Kecakapan Literasi Digital
Sejalan dengan upaya mendorong keterbukaan informasi publik, OJK terus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dari predikat Badan Publik Informatif yang dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut pada 2023 hingga 2025, penghargaan Arkaya Wiwarta Prajanugraha pada 2025, serta sertifikasi internasional ISO 22301:2019 yang diperoleh layanan informasi publik OJK (E-PPID) pada 2026.
OJK berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas edukasi keuangan dan meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari pelaksanaan peran OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.











