ELINE,NEWS, MAKASSAR — Komitmen Universitas Hasanuddin (Unhas) menuju World Class University (WCU) kembali diwujudkan melalui pengiriman mahasiswa Program Studi Magister Arsitektur untuk menempuh pendidikan di Jepang.
Melalui skema Twinning Program (Joint Degree) bekerja sama dengan Toyohashi University of Technology (TUT), program ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk meraih dua gelar magister sekaligus dari kedua institusi secara bersamaan.
Acara pelepasan mahasiswa secara resmi dilangsungkan di Ruang Dekan Fakultas Teknik Unhas pada Selasa, 22 September 2026. Salah satu mahasiswa yang berhasil lolos seleksi ketat sejak 17 Juli 2026 adalah Adhi Nauval Hafizh Thaha, yang akan menjalani masa studinya pada Master’s Program of Architecture and Civil Engineering TUT mulai Oktober 2026 hingga September 2027.
Prosesi pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Teknik Unhas, Dr. Ir. Ar. H. Edward Syarif, didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Arsitektur, Dr. Eng. Ir. Asniawaty.
Skema Belajar Lintas Negara dan Perluasan Beasiswa Jepang
Dalam sambutannya, Dr. Edward Syarif menegaskan bahwa kemitraan strategis yang telah terjalin dengan TUT sejak 2017 ini akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Tidak hanya mencakup mobilitas mahasiswa, kerja sama ini juga dirancang untuk membuka peluang perolehan beasiswa penuh dari Pemerintah Jepang bagi mahasiswa berprestasi.
”Melalui program ini, mahasiswa menjalani tahun pertama pendidikan di Unhas dan tahun kedua di TUT. Skema tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus memperluas wawasan dalam bidang arsitektur dan teknik sipil,” jelas Edward.
Skema Joint Degree ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelami kultur akademik global di Jepang setelah merampungkan tahun pertama pembelajarannya di Unhas.
Akselerasi Menuju World Class University
Ketua Program Studi Magister Arsitektur Unhas, Dr. Asniawaty, mengungkapkan rasa syukurnya karena para mahasiswa delegasi telah tiba di Jepang sejak tanggal 10 sebelumnya dan disambut secara langsung oleh Rektor Toyohashi University of Technology dalam upacara penyambutan mahasiswa internasional.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk mengambil bagian di masa mendatang demi mendongkrak daya saing akademik lulusan di kancah internasional.
”Kesempatan belajar di Jepang dan meraih dua gelar magister menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing akademik di tingkat internasional,” ungkap Asniawaty.
Kemitraan panjang antara Unhas dan TUT yang sebelumnya juga melibatkan Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota telah terbukti memperkuat kolaborasi riset, publikasi bersama, pertukaran dosen, hingga penyelarasan kurikulum bertaraf global.
Langkah progresif ini semakin memantapkan posisi Unhas sebagai perguruan tinggi terkemuka yang diperhitungkan di dunia internasional.











