ELINE.NEWS, MAKASSAR — Sebanyak kurang lebih 100 perempuan Makassar mengikuti skrining awal kanker payudara gratis yang difasilitasi Siloam Hospitals melalui program Selangkah by Siloam (Semangat Lawan Kanker).
Program tersebut digelar bekerja sama dengan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), bagian dari LippoLand, yang menyediakan kawasan Tanjung Bunga, Makassar, sebagai lokasi kegiatan.
Mengusung tema “Sayangi Diri, Cegah Sejak Dini” dan dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang dikenal sebagai Pink Month, kegiatan berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di Madrid Hall, Akkarena, kawasan Tanjung Bunga, Makassar.
Pemeriksaan USG payudara dilakukan oleh tim dokter spesialis radiologi yang terbang langsung dari Jakarta dan berkolaborasi dengan tim dokter spesialis dari Siloam Hospitals Makassar. Langkah tersebut memastikan pemeriksaan tanpa biaya tetap memenuhi standar pelayanan yang sama dengan layanan di rumah sakit Siloam.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan Indonesia. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan peluang keberhasilan pengobatan yang lebih baik.
Karena itu, selain pemeriksaan USG, peserta juga diajak membiasakan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan perubahan.
“Selangkah lahir dari keyakinan bahwa perempuan perlu berani merawat dirinya terlebih dahulu, sebelum merawat keluarga dan komunitasnya. GMTD telah menghubungkan Siloam dengan lebih dari 100 perempuan pemberani di Makassar yang dapat menjadi penggerak bagi perempuan lain untuk selalu memeriksakan kesehatan dirinya, terutama berkaitan dengan kanker payudara,” ujar dr. Niken Novitasari, MARS, Direktur Rumah Sakit Siloam Makassar yang sangat aktif mengkampanyekan kegiatan ini sejak hari pertama.
Bagi GMTD, inisiatif ini merupakan wujud komitmen perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan dan pariwisata, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program ini dijalankan melalui pilar Tangguh dalam kerangka tanggung jawab sosial Lippo Untuk Indonesia PASTI (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen), yang mendorong kesehatan, kesejahteraan, dan ketahanan komunitas di kawasan Tanjung Bunga dan Makassar.
“Kesehatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Siloam Hospitals, kami berharap semakin banyak perempuan yang peduli terhadap kesehatan dirinya dan tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini. Akses terhadap layanan kesehatan dan kesadaran masyarakat adalah fondasi bagi komunitas yang lebih sehat dan sejahtera,” ujar Jemmy Andreas Persang, Chief Operating Officer LippoLand Makassar dan Manado.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa membangun masyarakat yang lebih sehat akan jauh lebih mudah jika dilakukan secara bersama-sama.
Dengan memadukan keahlian klinis Siloam Hospitals di bidang layanan kesehatan dan komitmen sosial GMTD, Selangkah by Siloam lebih dari sekadar corporate social responsibility, melainkan sebagai bentuk nyata bahwa kolaborasi adalah kunci dalam pembangunan masyarakat secara swadaya.
Tentang PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk
PT GMTD Tbk telah menunjukkan reputasinya sebagai pengembang properti daerah perkotaan yang merupakan pelopor di Makassar yang berhasil mentransformasi Kawasan Tanjung Bunga dari lahan rawa menjadi kota mandiri yang modern dengan fasilitas yang lengkap berstandar internasional.
Pembangunan PT GMTD Tbk berada di atas lahan kurang lebih seluas 1.000 hektar di barat daya Makassar, tepatnya di kawasan Tanjung Bunga, yang terbagi atas tiga zona wilayah yaitu Utara, Delta dan Selatan.
Pengembangan Kawasan Tanjung Bunga ini dilakukan secara terintegrasi dengan master plan pengembangan wilayah oleh Provinsi Sulawesi Selatan. PT GMTD Tbk telah berhasil membangun lebih dari 7.916 rumah dan berpenduduk 5.470 keluarga.
PT GMTD Tbk merupakan perusahaan terbuka yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bergerak di bidang usaha pembangunan kawasan pemukiman, pariwisata dan bisnis, juga penyediaan lahan siap bangun, penyediaan jasa yang berkaitan dengan kepenghunian kawasan, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang dibangun.











