ELINE.NEWS,MAKASSAR — Semangat regenerasi dan pembentukan karakter mewarnai pengukuhan anggota Paskibra Unit 109 SMA Negeri 9 Makassar, Sabtu (15/8/2026). Momentum ini menjadi awal perjalanan bagi para anggota baru untuk belajar tentang disiplin, kepemimpinan, kekompakan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar Paskibra sekolah.
Bagi civitas akademika SMA Negeri 9 Makassar, Paskibra bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Lebih dari itu, Paskibra menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, melatih mental, membangun rasa percaya diri, sekaligus belajar bekerja dalam sebuah tim.
Pengukuhan pun tidak dipandang sebagai akhir dari rangkaian latihan. Sebaliknya, momen tersebut menjadi tanda dimulainya tanggung jawab baru bagi para anggota untuk menerapkan nilai-nilai yang telah mereka pelajari, baik saat menjalankan tugas kepaskibraan maupun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Ketika Alumni Kembali Membentuk Generasi Baru
Ada cerita menarik di balik proses pembinaan Paskibra Unit 109 tahun ini. Salah satu pelatih yang mendampingi para anggota adalah Wahyudin Tidore, yang merupakan alumni PPS SMA Negeri 9 Makassar.
Setelah pernah menjadi bagian dari generasi Paskibra di sekolah tersebut, Wahyudin kini kembali dengan peran berbeda. Ia hadir sebagai pelatih untuk membagikan pengalaman dan membimbing siswa yang sedang menempuh perjalanan serupa.
Kehadiran alumni di tengah proses pembinaan menjadi gambaran nyata bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi siswa dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Pengukuhan ini bukan akhir dari proses, tetapi justru awal dari sebuah tanggung jawab. Saya berharap adik-adik Paskibra Unit 109 tidak hanya menjadi anggota yang disiplin saat latihan, tetapi juga mampu menjadi teladan di sekolah. Jaga kekompakan, hormati proses, dan laksanakan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab,” ujar Wahyudin Tidore, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Wahyudin, pengalaman berorganisasi dan mengikuti kegiatan Paskibra memberikan bekal yang tidak berhenti setelah seseorang lulus dari sekolah.
Kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, keberanian mengambil keputusan, serta rasa tanggung jawab merupakan nilai yang dapat terus digunakan ketika siswa melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia profesional.
“Saya pernah berada di posisi mereka. Karena itu, saya ingin pengalaman yang saya dapatkan sebagai alumni bisa diteruskan kepada generasi berikutnya. Semoga dari Unit 109 ini lahir anggota-anggota Paskibra yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter, mental, dan rasa tanggung jawab,” tambahnya.
Paskibra sebagai Ruang Belajar di Luar Kelas
Bagi siswa SMA, pengalaman belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan nonakademik yang akan dibutuhkan di masa depan.
Melalui Paskibra, siswa belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu. Kekompakan, komunikasi, kedisiplinan, dan kesediaan untuk saling mendukung menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan bersama.
Karena itu, pengukuhan anggota Paskibra Unit 109 juga dapat dimaknai sebagai komitmen untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
Para anggota baru akan menghadapi berbagai latihan dan tantangan yang diharapkan mampu memperkuat mental sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.
Menjaga Tradisi, Membangun Prestasi
Regenerasi menjadi salah satu kunci keberlanjutan organisasi siswa di lingkungan sekolah. Ketika generasi sebelumnya memberikan pengalaman kepada generasi berikutnya, sebuah tradisi positif dapat terus berkembang.
Hal tersebut pula yang diharapkan tumbuh di Paskibra Unit 109 SMA Negeri 9 Makassar. Semangat dan pengalaman para alumni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota baru untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.
Dengan semangat “Satu Tekad, Satu Langkah, Satu Pengabdian”, anggota Paskibra Unit 109 diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga menjadi siswa yang dapat memberikan contoh positif bagi teman-temannya.
Pada akhirnya, menjadi anggota Paskibra bukan hanya tentang berdiri tegap dalam barisan. Ada proses panjang untuk belajar disiplin, menghargai proses, bekerja sama, memimpin, dan bertanggung jawab.
Pengukuhan ini adalah langkah pertama. Setelahnya, para anggota Unit 109 memiliki satu tugas penting: membuktikan bahwa semangat Paskibra dapat diwujudkan dalam sikap, prestasi, dan kontribusi nyata bagi sekolah.











