ELINE.NEWS, SIDRAP — Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama FIFGroup kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kontribusi sosial bagi petani yang terdampak kekeringan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 tersebut menyasar masyarakat petani yang menghadapi persoalan kekeringan dan berdampak langsung terhadap proses produksi padi. Kondisi tersebut terutama dirasakan petani yang memiliki lahan persawahan cukup jauh dari sumber air.
Baca juga: Sambut HUT RI, Asmo Sulsel Tebar Promo Honda Merdeka dengan DP Mulai Rp700 Ribuan
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan di lapangan, Asmo Sulsel dan FIFGroup menyalurkan bantuan kepada Kelompok Tani Massappa 3. Kelompok tersebut beranggotakan sekitar 30 petani dengan area persawahan mencapai kurang lebih 25–30 hektare.
Bantuan diserahkan langsung kepada Ketua Kelompok Tani Massappa 3, Wahidin, oleh tim Asmo Sulsel yang terdiri atas Davine Muliauwan selaku Area Sales Supervisor Wilayah Sidrap, Benedicta Caroline selaku Corporate Communication Asmo Sulsel, serta Rizal Herlambang selaku Kepala Dealer Astra Motor Sidrap yang turut mewakili manajemen Astra Motor Sulawesi Selatan.
Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas 10 unit tabung gas 3 kilogram, 10 karung pupuk dengan berat masing-masing 50 kilogram, serta 100 meter selang air.
Tabung gas tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar mesin pompa air untuk membantu mengairi lahan persawahan. Sementara itu, pupuk dan selang air diharapkan dapat menunjang kebutuhan operasional pertanian para anggota kelompok tani.
Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu petani tetap menjalankan aktivitas pertanian di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.
Ketua Kelompok Tani Massappa 3, Wahidin, mengatakan kelangkaan gas menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani untuk mengoperasikan mesin pompa air.
Menurut Wahidin, sumber air sebenarnya masih tersedia. Namun, lokasinya cukup jauh sehingga petani harus memanfaatkan sumber air bawah tanah untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan karena hujan sudah lama tidak turun.
“Saat tidak mengalami kekeringan, untuk satu hektar biasanya membutuhkan sekitar dua sampai tiga tabung gas. Sekarang karena sumber air lebih sulit didapat, enam tabung gas untuk satu hektar saja terkadang belum cukup. Ditambah lagi, harga gas subsidi saat ini bisa mencapai sekitar Rp50 ribu per tabung,” ujar Wahidin.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Astra Motor dalam menjalankan kontribusi sosial secara berkelanjutan sekaligus menghadirkan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainability Development Goals (SDGs) dan Astra Motor Sustainability Initiatives 2030 yang memiliki empat pilar kontribusi sosial, yakni AM Health di bidang kesehatan, AM Smart di bidang pendidikan, AM Greeners di bidang lingkungan, serta AM Growth di bidang kewirausahaan.
Dalam kegiatan di Sidrap ini, kontribusi difokuskan pada pilar AM Growth, khususnya untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.
Region Head Astra Motor Sulawesi Selatan, Jeffry Mei Gamastra, mengatakan kontribusi sosial Astra Motor akan terus diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di setiap wilayah.
“Kami ingin kontribusi sosial yang dilakukan Astra Motor dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang relevan dengan kondisi di lapangan. Melalui pilar AM Growth, kami berharap dukungan kepada sektor pertanian seperti ini dapat membantu masyarakat mempertahankan produktivitas dan kesejahteraan mereka, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Jeffry.
Melalui kolaborasi bersama FIFGroup, Asmo Sulsel berharap bantuan tersebut dapat meringankan tantangan yang dihadapi Kelompok Tani Massappa 3 selama kondisi kekeringan.
Dukungan terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kontribusi yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.











