Edukasi

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

×

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,PONOROGO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang digelar di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi OJK dalam memperluas basis investor domestik sekaligus membentuk investor yang cerdas, bijak, dan memahami risiko sebelum berinvestasi.

Baca juga: OJK dan UNODC Perkuat Kerja Sama Regional Berantas Penipuan Daring di Asia Tenggara

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus mengalami peningkatan, terutama dari kalangan generasi muda.

Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 54 persen merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, Jawa Timur tercatat memiliki sekitar 3,1 juta investor dan menjadi provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hasan menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi, termasuk instrumen berbasis syariah.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” kata Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Darussalam Gontor. Langkah ini diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah sekaligus memperkuat basis investor domestik.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tren. Menurutnya, setiap investor perlu memahami risiko dari setiap instrumen yang dipilih.

“Yang tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu. Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil. Dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis,” ujarnya.

Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai investasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

“Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi yang dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka dari itu hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kalian semuanya,” ujar Hamid.

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Jawa Timur. Selain di Universitas Darussalam Gontor, kegiatan juga mencakup sosialisasi pasar modal di Pemerintah Kota Kediri beserta pencanangan galeri investasi bagi ASN, talkshow pasar modal di Radio Andika Kediri untuk meningkatkan literasi dan perlindungan investor, serta sosialisasi perdagangan karbon di Bursa Karbon bagi lembaga jasa keuangan dan pelaku industri di Kota Madiun yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Lembaga Validasi dan Verifikasi.

Melalui SEPMT 2026, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal terus meningkat di berbagai lapisan masyarakat, sekaligus memperluas jumlah investor domestik dan meningkatkan pemahaman mengenai Bursa Karbon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *