EdukasiEkonomi

Era AI Ubah Peta Karier, CEO Haka Auto Ingatkan Pentingnya Mindset dan Adaptasi

×

Era AI Ubah Peta Karier, CEO Haka Auto Ingatkan Pentingnya Mindset dan Adaptasi

Sebarkan artikel ini

ELINE. NEWS, JAKARTA– Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah cara industri bekerja dan merekrut tenaga kerja.

Di tengah perubahan tersebut, generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan pola pikir yang adaptif.

BACA JUGA : BYD Haka Karebosi Raih Penghargaan Asia Pasifik, Harumkan Nama Makassar Tepat di Hari Raya Idul Fitri 1447 H

CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menilai bahwa tantangan terbesar bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan pada kesiapan individu dalam merespons perubahan.

“Banyak yang fokus mengejar skill, tapi lupa membangun mindset. Padahal di era seperti sekarang, kemampuan beradaptasi jauh lebih menentukan,” ujarnya dalam forum alumni dan mahasiswa Teknik Industri ITB di kawasan Bintaro.

Ia menekankan, kemajuan teknologi seperti AI tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia, melainkan mengubah standar kompetensi yang dibutuhkan.

Dalam situasi ini, kemampuan seperti empati, kreativitas, dan tujuan hidup (purpose) menjadi nilai tambah yang tidak bisa digantikan mesin.

“Teknologi bisa membantu pekerjaan, tapi tidak bisa menggantikan nilai-nilai manusia. Itu yang harus diperkuat oleh generasi muda,” jelasnya.

Diskusi tersebut juga menggarisbawahi bahwa masa depan dunia kerja akan semakin kompetitif, dengan tuntutan kolaborasi antara manusia dan teknologi.

Individu yang mampu menggabungkan keduanya dinilai akan lebih unggul dibanding yang hanya mengandalkan satu sisi.

Selain itu, Hariyadi mengingatkan pentingnya keberanian keluar dari zona nyaman dalam membangun karier.

Ia menyebut, tidak ada jalur yang sepenuhnya benar atau salah, selama pilihan tersebut diambil dengan kesadaran dan komitmen untuk terus berkembang.

“Perjalanan karier itu dinamis. Yang penting adalah konsisten belajar dan tetap rendah hati,” katanya.

Keterlibatan Haka Auto dalam forum tersebut juga mencerminkan semakin kuatnya peran industri dalam mendukung pengembangan talenta muda, terutama di tengah transformasi besar sektor otomotif menuju kendaraan listrik.

Perubahan ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada teknologi, tetapi juga pada kebutuhan sumber daya manusia yang lebih adaptif dan terbuka terhadap pembelajaran baru.

“Ke depan, bukan hanya soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap berubah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *