ELINE.NEWS, MAKASSAR — PT PLN (Persero) memberangkatkan sebanyak 500 pemudik dari Pelabuhan Makassar menuju Surabaya, Jawa Timur dan Baubau, Sulawesi Tenggara dalam program Mudik Bersama BUMN 2026. Program ini bertujuan membantu masyarakat merayakan Hari Raya bersama keluarga di kampung halaman.
Sebanyak 415 pemudik diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan kapal Pelni KM Labobar pada Minggu (15/3/2026). Sementara itu, 85 pemudik lainnya dijadwalkan berangkat ke Baubau menggunakan KM Lambelu pada 19 Maret 2026.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan program mudik gratis tersebut merupakan bagian dari komitmen BUMN dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang kampung, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.
Menurut Edyansyah, PLN telah rutin menyelenggarakan program mudik gratis sejak 2019. Namun pada tahun ini perusahaan memfokuskan layanan pada moda transportasi laut.
“Surabaya dan Baubau dipilih karena mayoritas peminat mudik mengarah ke dua kota tersebut. Selain itu, pengalihan moda transportasi ke jalur laut dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait yang telah banyak menyediakan fasilitas mudik melalui jalur darat,” ujar Edyansyah saat melepas para pemudik di Pelabuhan Makassar, Minggu (15/3/2026), kemarin.
Ia menjelaskan langkah tersebut diambil agar distribusi bantuan transportasi lebih merata serta dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Secara akumulatif, PLN telah memberangkatkan sekitar 2.100 pemudik sejak program ini berjalan tujuh tahun lalu. Jumlah peserta mudik tahun ini juga meningkat signifikan dibandingkan rata-rata keberangkatan sebelumnya yang berkisar 300 orang per tahun.
Edyansyah menambahkan, seluruh peserta mudik diwajibkan mendaftar melalui aplikasi PLN Mobile guna mempermudah proses pendataan. Program ini diprioritaskan bagi warga Sulawesi Selatan dari kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan finansial untuk pulang ke kampung halaman.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut karena dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya perjalanan.
“Ada warga yang bahkan sudah tujuh tahun tidak bertemu keluarga karena keterbatasan biaya. Dengan program ini mereka akhirnya bisa pulang dan berkumpul kembali. Ini bentuk perhatian pemerintah dan BUMN kepada masyarakat,” kata Andi Sudirman.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Selain jalur laut, pemerintah daerah menyiapkan 31 unit bus dan tiga unit truk pengangkut sepeda motor untuk melayani pemudik melalui jalur darat.











