Pemkot Makassar

Hujan Deras, Disdik Makassar Terapkan Belajar Daring Empat Hari untuk PAUD hingga SMP

×

Hujan Deras, Disdik Makassar Terapkan Belajar Daring Empat Hari untuk PAUD hingga SMP

Sebarkan artikel ini

ELINE.NEWS,MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar resmi memberlakukan kebijakan pembelajaran daring bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Februari 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan aktivitas pendidikan di wilayah kota.

Baja Juga : jadwal libur sekolah selama Ramadan 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/33/Disdik/II/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, dan diterbitkan pada Rabu (25/2/2026).

Surat edaran ini menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan dalam menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kondisi cuaca ekstrem yang tengah berlangsung.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa keputusan pelaksanaan pembelajaran daring merujuk pada Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sulawesi Selatan Nomor e.B/ME.02.04/013/KB84/II/2026 tertanggal 23 Februari 2026 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut memuat potensi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan air, banjir, serta gangguan terhadap keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

Pemerintah kota menilai situasi ini membutuhkan langkah cepat agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Oleh karena itu, kegiatan belajar tatap muka untuk sementara waktu ditiadakan dan digantikan dengan sistem pembelajaran daring dari rumah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Makassar Aci Soleman menegaskan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, proses belajar mengajar harus tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Guru diminta menyampaikan materi pembelajaran secara efektif dan proporsional, serta menyesuaikan metode pengajaran dengan kondisi peserta didik agar tetap dapat memahami materi dengan baik.

Selain itu, guru juga diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform digital yang selama ini telah digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut penting untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga dan tidak menimbulkan beban berlebih bagi siswa.

Di sisi lain, para siswa diminta mengikuti pembelajaran daring dengan disiplin dan penuh tanggung jawab dari rumah. Partisipasi aktif dalam setiap kegiatan belajar menjadi kunci agar target kurikulum tetap tercapai meskipun tidak dilaksanakan secara tatap muka.

Peran orang tua juga menjadi perhatian dalam kebijakan ini. Dinas Pendidikan Makassar mengimbau agar orang tua atau wali murid turut melakukan pengawasan terhadap aktivitas belajar anak selama pelaksanaan pembelajaran daring. Pendampingan dari keluarga dinilai sangat penting untuk menjaga konsistensi dan efektivitas proses belajar di rumah.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga keselamatan warga satuan pendidikan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko yang dapat timbul akibat cuaca ekstrem. Pemerintah kota ingin memastikan bahwa aktivitas pendidikan tetap berjalan dengan baik tanpa mengorbankan faktor kesehatan dan keamanan.

Langkah cepat yang diambil Dinas Pendidikan Makassar juga mencerminkan kesiapan pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan layanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk satuan pendidikan dan orang tua, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini.

Selama periode pembelajaran daring, sekolah diminta tetap melakukan pemantauan terhadap kehadiran dan partisipasi siswa. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan bahwa metode yang diterapkan berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik.

Dinas Pendidikan Makassar berharap seluruh pihak dapat melaksanakan kebijakan ini dengan penuh tanggung jawab demi menjaga keselamatan bersama. Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, siswa, dan orang tua, proses pendidikan di tengah kondisi cuaca ekstrem tetap dapat berlangsung secara optimal.

Kebijakan pembelajaran daring ini sekaligus menjadi pengingat bahwa fleksibilitas dalam sistem pendidikan sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi yang tidak menentu, termasuk faktor cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat. Pemerintah kota berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan akan menyesuaikan kebijakan pendidikan sesuai dengan situasi yang ada.

Apabila kondisi telah dinyatakan aman, kegiatan belajar mengajar tatap muka akan kembali dilaksanakan seperti biasa. Namun untuk sementara waktu, keselamatan dan kesehatan warga sekolah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *