ELINE.NEWS,-MAKASSAR — Krisis ekologis akibat ketidakseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya alam menjadi tema utama Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Perhimpunan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Sulawesi Selatan 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Claro Hotel Makassar.
Ketua PIKI Sulsel, Boas Singkali, menegaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai respons atas kondisi aktual yang dihadapi bangsa, khususnya di awal tahun 2026 yang diwarnai berbagai bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menilai, bencana yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari persoalan mendasar berupa ketidakseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian lingkungan.
“PIKI hadir dan ingin berperan agar tercipta keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian alam. Kita tidak bisa terus mengambil tanpa memulihkan. Krisis ekologis yang terjadi hari ini adalah alarm bagi kita semua,” ujar Boas
Baca juga ; PIKI dorong lahirnya generasi emas
Menurutnya, pengelolaan hutan dan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab. PIKI secara tegas mengingatkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan dan kayu agar tidak semata berorientasi pada keuntungan, melainkan turut ambil bagian dalam upaya rehabilitasi hutan melalui penanaman kembali dan program pelestarian berkelanjutan.
“Bukan hanya soal menebang, tetapi bagaimana bersama-sama memperbaiki dan memulihkan hutan. Dunia usaha harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Mengusung motto Caritas et Veritas — demi kasih dan kebenaran — PIKI menempatkan isu ekologis sebagai salah satu fokus utama kepengurusan periode 2025–2030. Organisasi ini berkomitmen terlibat langsung melalui edukasi publik, kajian strategis, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup di Sulawesi Selatan.
Boas menambahkan, pembelajaran dari berbagai bencana ekologis di daerah lain, termasuk yang terjadi di Sumatera, menjadi peringatan penting agar Sulawesi Selatan tidak mengalami hal serupa. Karena itu, Rakorda 2026 diarahkan untuk memperkuat peran intelektual dan moral PIKI dalam menjaga stabilitas ekologis daerah.
Dalam Rakorda tersebut, terdapat tiga poin strategis yang akan menjadi agenda utama. Pertama, mempersiapkan pengurus agar mampu berkontribusi menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, merumuskan program strategis yang dapat membantu pemerintah daerah Sulawesi Selatan dalam mengkaji serta mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ketiga, menyusun langkah-langkah konkret dan kontekstual dari setiap kajian yang dilakukan agar dapat ditindaklanjuti secara efektif oleh pemerintah daerah.
Rakorda PIKI Sulsel 2026 rencananya akan dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI, Sekretaris Jenderal, anggota DPRD Sulawesi Selatan, serta dewan pakar. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan solusi atas krisis ekologis yang kian mendesak.
Melalui forum ini, PIKI Sulsel menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi organisasi wacana, tetapi turut mengambil peran nyata dalam menjaga keseimbangan ekologis dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Baca juga : PIKI ucapkan Terimakasih kepada Kapolda Sulsel












