ELINE.NEWS, BEKASI— Ekspansi showroom LEPAS Trimegah Bekasi bukan sekadar seremoni pembukaan dealer baru. Langkah ini menunjukkan fase baru persaingan kendaraan listrik premium di Indonesia: perang jaringan layanan dan penguasaan wilayah strategis.
Bekasi dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan salah satu episentrum pertumbuhan properti dan kawasan industri terbesar di Jabodetabek, dengan populasi komuter yang tinggi menuju Jakarta. Artinya, kebutuhan kendaraan harian yang efisien dan bebas emisi semakin rasional, bukan lagi simbol gaya hidup semata.
Baca juga : Mobil Listrik mulai Diminati Masyarakat
Baca juga : Kendaraan ramah lingkungan
LEPAS tampak membaca momentum tersebut. Dengan fasilitas 3S+ (Sales, Service, Spare Parts, Body & Paint) seluas lebih dari 4.500 meter persegi, perusahaan ini menegaskan strategi diferensiasi pada kekuatan layanan purnajual, aspek yang kerap menjadi titik lemah industri EV nasional.
Dalam lanskap persaingan, konsumen kini tidak lagi hanya membandingkan jarak tempuh dan fitur digital. Mereka mempertimbangkan ketersediaan suku cadang, kapasitas bengkel, hingga kecepatan penanganan klaim perbaikan. Dengan 16 service bay dan fasilitas perbaikan bodi aluminium, LEPAS mengirim sinyal bahwa mereka serius membangun fondasi jangka panjang.
Yang tak kalah strategis adalah kehadiran SPKLU Ultra Fast Charging 120 kW yang terbuka untuk publik. Infrastruktur charging masih menjadi bottleneck adopsi EV di Indonesia. Dengan membuka akses pengisian cepat di lokasi komersial, LEPAS tidak hanya melayani konsumennya, tetapi juga memperluas eksposur brand di ekosistem kendaraan listrik.
Model LEPAS L8 yang dipasarkan di showroom ini diposisikan sebagai NEV premium untuk kalangan urban mapan. Artinya, LEPAS secara sadar bermain di segmen margin tinggi, bukan volume besar. Strategi ini berbeda dari sejumlah pemain yang mengejar penetrasi mass market melalui harga agresif.
Ekspansi di Bekasi memperlihatkan bahwa kompetisi EV kini masuk fase konsolidasi jaringan. Merek yang mampu membangun ekosistem layanan lebih cepat berpotensi memenangkan loyalitas pasar, terutama di wilayah penyangga ibu kota yang pertumbuhan kendaraan listriknya diprediksi meningkat dalam 3–5 tahun ke depan.
Dengan regulasi emisi yang semakin ketat serta dukungan insentif pemerintah terhadap elektrifikasi, langkah LEPAS ini dapat dibaca sebagai positioning jangka panjang untuk mengunci pasar premium sebelum kompetisi semakin padat.












